Manchester City Terbukti Langgar Aturan Finansial Liga Primer, Sanksi Belum Diputuskan

- Author

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANCHESTER – Manchester City terbukti melanggar aturan finansial Liga Primer Inggris selama sembilan musim, mulai 2009/2010 hingga 2017/2018. Komisi independen juga menyatakan The Citizens bersalah atas tiga dari empat tuduhan terkait ketidakkooperatifan selama proses penyelidikan Liga Primer.

Keputusan tersebut mencakup sejumlah pelanggaran terkait laporan keuangan dan transaksi komersial Manchester City. Komisi menyimpulkan klub menggunakan sejumlah kontrak komersial yang disebut “fiktif” dengan beberapa mitranya.

Pengaturan tersebut dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan bertujuan menggelembungkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus menekan biaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komisi juga menyatakan Manchester City menyampaikan laporan keuangan yang tidak akurat serta tidak mengungkapkan kondisi keuangan sebenarnya kepada auditor dan otoritas pengatur sepak bola. Klub turut dinilai melanggar batas pengeluaran yang ditetapkan Liga Primer Inggris dan UEFA.

Selisih Lebih dari £900 Juta

Dalam keputusan komisi, Manchester City disebut melakukan sejumlah transaksi komersial dengan sponsor selama periode yang diselidiki.

Dalam pengaturan tersebut, perusahaan terkait hanya membayar sebagian nilai kontrak sponsor, sementara bagian lainnya didanai oleh Abu Dhabi United Group for Investment and Development (ADUG), pemilik klub.

Selain itu, terdapat pengaturan lain yang menurut komisi didanai pihak yang sama untuk mencatat biaya operasional lebih rendah dibandingkan pengeluaran sebenarnya.

Komisi juga menyoroti pengaturan dengan perusahaan Fordham yang membeli hak citra para pemain Manchester City. Pendanaan pengaturan tersebut disebut berasal dari ADUG.

Berdasarkan keseluruhan pengaturan itu, komisi menyimpulkan terdapat upaya menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya Manchester City hingga lebih dari £900 juta selama periode yang diselidiki.

Komisi menilai laporan yang disampaikan klub tidak mencerminkan kondisi pendapatan dan pengeluaran sebenarnya. Perilaku tersebut disebut menunjukkan adanya “niat untuk mengakali aturan Liga Primer Inggris”.

Langgar Aturan Liga Primer dan UEFA

Komisi juga menemukan Manchester City gagal melaporkan pendapatan dan pengeluarannya secara akurat untuk memenuhi aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan Liga Primer Inggris.

Selain itu, klub dinilai melanggar aturan Lisensi Klub dan Financial Fair Play UEFA. Menurut keputusan komisi, apabila seluruh kesepakatan tersebut dicatat secara akurat dalam laporan keuangan, Manchester City akan melampaui batas pengeluaran Liga Primer Inggris dan UEFA dengan selisih yang sangat besar.

Baca Juga:  Luke Shaw di Ujung Jalan, Manchester United Sudah Siapkan Rencana

Manchester City Dinilai Menghambat Penyelidikan

Selain pelanggaran finansial, Manchester City juga dinyatakan melakukan sejumlah pelanggaran terkait kewajiban untuk bekerja sama dan beritikad baik selama proses penyelidikan Liga Primer Inggris yang berlangsung selama empat tahun.

Komisi menyimpulkan Manchester City “mengerahkan upaya terkoordinasi untuk menghentikan dan menggagalkan penyelidikan liga”.

Dari empat tuduhan terkait aspek tersebut, tiga di antaranya dinyatakan terbukti.

Richard Masters Soroti Kasus Manchester City

Chief Executive Liga Primer Inggris Richard Masters mengatakan keputusan tersebut menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode yang diselidiki.

“Keputusan utama ini menetapkan fakta-fakta terkait apa yang terjadi di Manchester City selama periode ini, dan menjelaskan bagaimana klub melanggar aturan liga secara sistematis selama hampir satu dekade penuh,” ujar Masters.

Masters juga menegaskan bahwa Liga Primer Inggris tetap berkomitmen menjalankan aturan yang telah disepakati seluruh klub demi menjaga integritas kompetisi.

Ia menyebut kasus Manchester City sebagai kasus yang “terpenting dalam sejarah Liga Primer Inggris”. Namun, masih ada tahapan yang harus diselesaikan, terutama terkait sanksi yang akan diberikan kepada klub.

Sanksi Manchester City Belum Diputuskan

Liga Primer Inggris menegaskan bahwa keputusan mengenai terbuktinya pelanggaran belum sekaligus menetapkan sanksi bagi Manchester City.

Penentuan sanksi akan dilakukan melalui sidang terpisah di hadapan komisi independen. Proses tersebut akan berlangsung secara privat dan rahasia hingga hasilnya dapat dipublikasikan sesuai aturan Liga Primer Inggris.

Manchester City juga memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan komisi independen. Liga Primer Inggris menetapkan Jumat, 2 Oktober sebagai batas akhir bagi klub untuk menggunakan hak tersebut.

Liga Primer Inggris telah menerbitkan versi yang telah disunting dari keputusan utama komisi dan menyatakan akan memublikasikan lampiran tambahan apabila proses memungkinkan.

Seluruh proses, termasuk kemungkinan banding dan publikasi keputusan terkait, selanjutnya akan mengikuti tahapan yang telah ditetapkan Liga Primer Inggris.

Berita Terkait

Arsenal Tantang Brighton, The Gunners Bidik Kemenangan Kedelapan Beruntun
BNI Dukung Tenis Indonesia, Amman Men’s World Tennis Championship Digelar di Bali
Bintang China Berguguran, Liang Jingkun hingga Zhou Qihao Tersingkir
Maarten Paes Jadi Sorotan, Kurnia Sandy Puji Penampilan Kiper Timnas Indonesia
Babak Pertama Indonesia Vs Malaysia 0-0, Thom Haye Kartu Merah
Tanpa Ronaldo, Portugal Bungkam Norwegia 2-1 di Nations League
Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, AFC Soroti Penggunaan Flare

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:02 WIB

Manchester City Terbukti Langgar Aturan Finansial Liga Primer, Sanksi Belum Diputuskan

Rabu, 30 September 2026 - 12:41 WIB

Arsenal Tantang Brighton, The Gunners Bidik Kemenangan Kedelapan Beruntun

Rabu, 30 September 2026 - 12:13 WIB

Selasa, 29 September 2026 - 13:40 WIB

BNI Dukung Tenis Indonesia, Amman Men’s World Tennis Championship Digelar di Bali

Selasa, 29 September 2026 - 13:26 WIB

Bintang China Berguguran, Liang Jingkun hingga Zhou Qihao Tersingkir

Berita Terbaru

Sport

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:13 WIB