Kue Jalabiya Sumenep Diburu hingga Jakarta dan Bali, Renyah dengan Gula Meleleh

- Author

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Kue jalabiya khas Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih diminati hingga kini. Teksturnya yang renyah dengan balutan gula yang meleleh di mulut membuat kue ini tak hanya digemari warga lokal, tetapi juga dipesan hingga Jakarta dan Bali.

Jajanan tradisional tersebut telah dikenal masyarakat Desa Lapa Taman sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, Ahrima (70), salah satu pembuat kue jalabiya asal Dusun Timur, menyebut kuliner tersebut sudah ada sejak zaman orang tuanya atau diperkirakan sekitar 100 tahun.

“Sudah ada sejak jaman orang tua saya, sekitar 100 tahun yang lalu mungkin,” kata Ahrima, Selasa (14/4/2020) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kue jalabiya juga kerap menjadi sajian dalam acara kekeluargaan. Resep pembuatannya diwariskan secara turun-temurun sehingga keberadaannya tetap bertahan hingga sekarang.

Menurut Ahrima, setidaknya ada lima warga di desanya yang menjalankan usaha pembuatan kue jalabiya. Pesanan bahkan datang dari luar daerah dan biasanya dibawa sebagai oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat.

“Misalnya dibawa ke Jakarta, Bali, ataupun yang lain, banyak yang pesan ke saya kadang sampai kelimpungan,” jelasnya.

Meski telah dikenal sejak lama, Ahrima mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul nama jalabiya. Ia hanya mengetahui nama tersebut sudah digunakan sejak dirinya masih kecil.

“Gak tahu juga ya, yang jelas nama jalabiya memang sudah ada sejak saya kecil waktu itu,” tuturnya.

Produksi Capai 1.400 Kue Sehari

Kue jalabiya dijual dengan harga Rp500 per biji. Dalam sehari, Ahrima mampu memproduksi maksimal sekitar 1.400 kue dengan dibantu delapan orang tenaga kerja.

“Maksimal 1400 kue, kan tenaga kerja disini hanya 8 orang, jadi agak kewalahan juga makanya tidak setiap hari produksinya, walaupun banyak yang pesan,” katanya.

Untuk pemasaran, penjualan kue jalabiya masih dipusatkan di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Dungkek dan Batang-Batang. Kue tersebut juga dipasarkan di Desa Legung pada sore hari.

Ahrima telah puluhan tahun menjalankan usaha rumahan tersebut. Menurutnya, membangun usaha hingga dikenal banyak orang membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan.

Meski sudah lama memproduksi kue jalabiya, Ahrima mengaku belum pernah memperoleh dukungan dari pihak mana pun. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian, terutama dalam membantu pengadaan alat pengemasan agar produknya memiliki tampilan yang lebih baik.

Baca Juga:  Kriminal Jakarta Memanas! Sabu 20,5 Kg hingga Lab Rumahan Tembakau Sintetis Dibongka

“Saya belum punya alat untuk mengemas kue ini agar terlihat lebih bagus tampilannya, susah juga kalau pas banyak pesanan dari luar daerah,” tandasnya.

Gula Meleleh Jadi Sensasi Khas

Selain dikenal karena teksturnya yang renyah, kue jalabiya memiliki sensasi rasa manis yang khas. Siti Nurhalizah (28), salah satu penikmatnya, mengatakan rasa paling nikmat terasa ketika kue masih dalam kondisi hangat.

“Kalau pas masih hangat, ketika di lidah itu padanan gulanya meleleh di mulut, enak dan lezat,” kata Siti.

Menurut Siti, kue jalabiya juga cukup tahan lama dan tidak cepat basi. Karena itu, ia kerap membawa jajanan tersebut ketika bepergian ke Jakarta.

“Kalau saya ke Jakarta pasti bawa kue itu, soalnya tahan lama. Bisa sampai dua hari,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Mohammad Zulhan (30), warga Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep. Ia sempat merasa kurang tertarik ketika pertama kali melihat bentuk kue jalabiya yang menurutnya tidak biasa.

“Awal saya ngajar di As-salam Desa Lapa Taman kan disuguhi kue Jalabiya, tapi saya tidak langsung mencicipi, soalnya bentuknya kurang menarik,” tuturnya.

Namun, setelah mencicipinya, Zulhan justru mengakui kelezatan kue tersebut.

“Pokoknya, rekomended kalau bagi saya. Enak dan meleleh di mulut,” imbuh guru bahasa Inggris tersebut.

Cara Membuat Kue Jalabiya

Kue jalabiya dibuat menggunakan sejumlah bahan, seperti tepung beras, gula pasir atau gula aren, tepung terigu, fermipan sebagai ragi pengembang, serta minyak goreng.

Proses pembuatannya diawali dengan mencampurkan tepung beras dan tepung terigu dengan air secukupnya hingga menjadi adonan. Adonan kemudian didiamkan selama sekitar empat hingga lima jam sampai mengembang.

Selanjutnya, gula pasir atau gula aren dicampur dengan air secukupnya dan diaduk hingga mencair.

Setelah adonan mengembang, adonan dimasukkan ke alat khusus seperti cerek. Adonan kemudian dibentuk menjadi kue dan langsung digoreng.

Setelah matang, kue jalabiya diangkat lalu dimasukkan ke dalam wadah berisi gula pasir atau gula aren yang telah mencair. Kue dibiarkan hingga gula menyatu dengan permukaannya sebelum kemudian diangkat.

Kue jalabiya khas Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, pun siap disantap. Jajanan tradisional ini menjadi salah satu kuliner khas Sumenep yang tetap bertahan dan bahkan diminati hingga luar daerah.

Berita Terkait

Patrick Star Jadi Ahli Marketing? Strategi Promosinya Bikin Chum Bucket Dilirik
Kelp Shake SpongeBob Dijual Online, Harganya Cuma Rp13 Ribu!
Laue Burger Bar Kediri, Sajikan Burger Homemade dengan Daging Juicy
Ingat Sereal Kelpo di SpongeBob? Kini Kellogg’s Bikin Versi Nyatanya
Tak Perlu ke Resto, Ini 3 Resep Udang ala Chinese Food yang Lezat
Daging Kambing Tak Lagi Bau Prengus, Coba Resep Sop Kuah Bening Ini
Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini 10 Manfaat Air Kelapa untuk Tubuh
Kuliner Kerajaan Kutai Hampir Punah, Ada Gence Haruan hingga Gangan Hubi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Patrick Star Jadi Ahli Marketing? Strategi Promosinya Bikin Chum Bucket Dilirik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Kelp Shake SpongeBob Dijual Online, Harganya Cuma Rp13 Ribu!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Ingat Sereal Kelpo di SpongeBob? Kini Kellogg’s Bikin Versi Nyatanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Tak Perlu ke Resto, Ini 3 Resep Udang ala Chinese Food yang Lezat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Daging Kambing Tak Lagi Bau Prengus, Coba Resep Sop Kuah Bening Ini

Berita Terbaru