Bakpia Identik dengan Jogja, Ternyata Bukan Kuliner Asli Yogyakarta

- Author

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA โ€“ Bakpia telah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh yang identik dengan Yogyakarta. Penganan bertekstur lembut dengan cita rasa manis ini hampir selalu menjadi pilihan wisatawan untuk dibawa pulang setelah berkunjung ke Kota Gudeg.

Menariknya, bakpia ternyata bukan merupakan makanan asli Yogyakarta. Kuliner yang kini melekat kuat dengan identitas Jogja tersebut memiliki sejarah panjang yang berawal dari tradisi kuliner masyarakat Tionghoa.

Berasal dari Tradisi Tionghoa

Bakpia disebut memiliki akar dari makanan bernama Tou Luk Pia yang berasal dari Fujian, Tiongkok. Makanan tersebut kemudian diperkenalkan ke Yogyakarta oleh para imigran Tionghoa sekitar dekade 1940-an, salah satunya Kwe San Gie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah berkembang di Yogyakarta, bakpia mengalami proses adaptasi dengan budaya dan selera masyarakat setempat. Perubahan paling menonjol terdapat pada bagian isiannya.

Jika resep awal menggunakan daging babi, di Yogyakarta isian tersebut kemudian diganti dengan kacang hijau yang diolah menjadi cita rasa manis dan halal. Penyesuaian ini membuat bakpia lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat.

Perpaduan antara teknik pembuatan yang berasal dari tradisi kuliner Tionghoa dengan cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat Jawa akhirnya melahirkan karakter bakpia yang dikenal hingga sekarang.

Pathuk Jadi Sentra Bakpia

Popularitas bakpia terus berkembang dari waktu ke waktu. Memasuki era 1980-an, kawasan Pathuk di Yogyakarta mulai dikenal sebagai salah satu sentra produksi bakpia.

Banyak industri rumah tangga berkembang di kawasan tersebut. Para pengrajin kemudian menggunakan nomor rumah sebagai identitas produk, sehingga muncul berbagai penamaan bakpia berdasarkan nomor lokasi tempat produksinya.

Keberadaan banyak produsen dalam satu kawasan turut memperkuat posisi Pathuk sebagai pusat bakpia. Lokasinya yang mudah dijangkau juga membuat wisatawan semakin mudah memperoleh makanan tersebut sebagai buah tangan.

Baca Juga:  Kangen Gudeg Jogja? Kuliner Legendaris Ini Kini Banyak Dijual di Kediri

Produksi yang semakin berkembang membuat bakpia tidak hanya dikenal di sekitar Yogyakarta, tetapi juga semakin populer di kalangan wisatawan dari berbagai daerah.

Menjadi Oleh-oleh Khas Jogja

Pertumbuhan sektor pariwisata Yogyakarta ikut memperkuat popularitas bakpia. Wisatawan yang berkunjung ke Jogja menjadikan bakpia sebagai salah satu buah tangan yang dianggap wajib dibawa pulang.

Daya tahan bakpia yang relatif cukup lama juga menjadi salah satu faktor yang mendukungnya sebagai oleh-oleh. Ditambah dengan perkembangan pemasaran, bakpia semakin mudah ditemukan di berbagai tempat di Yogyakarta.

Produsen bakpia juga terus melakukan inovasi mengikuti perubahan selera konsumen. Selain rasa tradisional, kini tersedia berbagai varian seperti keju, cokelat hingga teh hijau.

Perjalanan bakpia menunjukkan bagaimana sebuah makanan yang berasal dari tradisi kuliner Tionghoa dapat beradaptasi dengan budaya lokal. Meski bukan kuliner asli Yogyakarta, bakpia akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas kuliner dan pariwisata Jogja.

Berita Terkait

Coto Manggala, Kuliner Khas Pangkalan Bun yang Nikmat Disantap di Tepi Sungai Arut
25 Warga Tambaksari Ikuti Pelatihan Bogasari, UKM Kuliner Didorong Naik Kelas
Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara
Wajib Coba! Deretan Ayam Goreng Legendaris dengan Cita Rasa Rempah di Purwokerto
Wajik Ketan Gula Merah, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Zaman
Jadah Tempe Kaliurang, Perpaduan Gurih dan Manis yang Jadi Kuliner Favorit
Dari Dapur Rumah hingga Amerika, Pempek Palembang Ini Tembus Pasar Internasional
Bumbu Kacang Pekat Jadi Andalan, Lotek Bu Yanto Purwokerto Bertahan Sejak 1997

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:05 WIB

Coto Manggala, Kuliner Khas Pangkalan Bun yang Nikmat Disantap di Tepi Sungai Arut

Senin, 28 September 2026 - 15:02 WIB

Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara

Senin, 28 September 2026 - 14:28 WIB

Wajib Coba! Deretan Ayam Goreng Legendaris dengan Cita Rasa Rempah di Purwokerto

Kamis, 24 September 2026 - 12:18 WIB

Wajik Ketan Gula Merah, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Zaman

Kamis, 24 September 2026 - 11:48 WIB

Jadah Tempe Kaliurang, Perpaduan Gurih dan Manis yang Jadi Kuliner Favorit

Berita Terbaru