TANGERANG SELATAN — Warga Perumahan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Ciputat, kompak menolak rencana pembangunan SMP Negeri 25 di lahan eks Sekolah Taruna Bangsa, Jalan Mahoni dan Jalan Kayumanis. Penolakan itu disampaikan warga dari sejumlah RT di RW 016 dalam pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Warga menilai lokasi tersebut tidak tepat untuk dijadikan sekolah negeri karena berada di tengah permukiman dengan akses jalan yang sempit. Mereka juga punya pengalaman ketika kawasan itu sebelumnya digunakan sebagai sekolah penampungan sementara bagi siswa SMPN 23 dan SMPN 24.
Selama menjadi lokasi sekolah penampungan, warga mengaku merasakan langsung kebisingan, persoalan kebersihan hingga kendaraan pengantar siswa yang memenuhi jalan lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengalaman itulah yang membuat warga khawatir jika lokasi tersebut kembali digunakan untuk aktivitas sekolah, kali ini sebagai SMPN 25.
Masalah akses jalan menjadi keberatan utama warga. Jalan menuju lokasi disebut hanya sekitar empat meter dengan kondisi berbelok-belok. Warga mempertanyakan apakah akses tersebut mampu menampung kendaraan ketika ratusan siswa datang dan pulang sekolah.
Lokasi eks Sekolah Taruna Bangsa juga berada di tengah kawasan perumahan dan tidak langsung berada di ruas jalan utama. Warga khawatir kendaraan orang tua siswa nantinya memenuhi jalan lingkungan dan mengganggu aktivitas warga.
Dalam pertemuan itu, Pemkot Tangsel menyampaikan alasan penambahan sekolah negeri. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah lulusan SD mencapai sekitar 24.000 anak, sedangkan daya tampung SMP negeri baru sekitar 8.000 siswa.
Pemkot Tangsel menargetkan penambahan tujuh sekolah baru sampai 2029 melalui RPJMD. Di Kecamatan Ciputat saat ini baru terdapat tiga SMP negeri.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga menyampaikan bahwa lokasi eks Sekolah Taruna Bangsa secara tata ruang telah sesuai dengan ketentuan RTRW.
Penjelasan tersebut belum mengubah sikap warga. Mereka tetap meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi jalan dan lingkungan sebelum menetapkan lokasi pembangunan SMPN 25.
Keberadaan sekolah swasta di kawasan tersebut juga menjadi perhatian warga. Salah satunya SMP Nusa Indah yang selama ini sudah menjalankan kegiatan pendidikan di dalam kompleks.
Pertemuan yang dihadiri unsur legislatif, dinas terkait, kecamatan dan kelurahan itu berakhir dengan sikap warga yang tetap menolak rencana pembangunan SMPN 25 di lokasi tersebut.
Warga meminta Pemkot Tangsel mencari lokasi lain yang memiliki akses lebih memadai sehingga pembangunan sekolah tidak menambah persoalan baru bagi lingkungan perumahan.








Komentar