Coto Manggala, Kuliner Khas Pangkalan Bun yang Nikmat Disantap di Tepi Sungai Arut

- Author

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAWARINGIN BARAT – Coto Manggala menjadi salah satu kuliner khas Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, yang menawarkan cita rasa gurih dan khas. Menikmati hidangan berbahan dasar manggala atau singkong ini terasa semakin menarik ketika disantap di tepi Sungai Arut.

Salah satu tempat yang menyajikan Coto Manggala adalah Warung Mama Dewi di Jalan DAH Hamzah, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun. Warung tersebut berada di kawasan bantaran Sungai Arut sehingga pengunjung dapat menikmati makanan sekaligus suasana sungai.

Sambil menyantap Coto Manggala yang hangat, pengunjung bisa melihat aktivitas di Sungai Arut, termasuk lalu-lalang perahu. Sungai tersebut sejak dahulu menjadi salah satu jalur transportasi penting bagi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik Warung Mama Dewi, Acil Dewi, mengatakan Coto Manggala merupakan kuliner warisan yang hingga kini masih diminati masyarakat lokal maupun wisatawan.

“Banyak pengunjung yang awalnya penasaran karena namanya coto, tapi setelah mencoba mereka biasanya suka dan kembali lagi. Yang membuat berbeda adalah bahan manggala atau singkong yang menjadi ciri khas kuliner Pangkalan Bun,” ujar Acil Dewi.

Berbeda dari coto pada umumnya, Coto Manggala menggunakan manggala atau singkong sebagai bahan utama. Hidangan tersebut disajikan bersama kuah berbumbu rempah dengan resep yang diwariskan secara turun-temurun.

Semangkuk Coto Manggala memiliki kuah gurih dengan aroma rempah yang kuat. Potongan manggala yang lembut berpadu dengan kuah hangat sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Untuk satu porsinya, Coto Manggala dibanderol sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Pengunjung juga dapat memilih berbagai topping, seperti ceker ayam, sayap ayam, hingga hati ampela.

Selain harga yang terjangkau, cita rasa yang dipertahankan secara tradisional menjadi salah satu daya tarik hidangan tersebut. Acil Dewi mengatakan pihaknya tetap menjaga resep warisan agar Coto Manggala tetap memiliki cita rasa khas.

Baca Juga:  Hampir 80 Tahun, Engkong Kosasi Tetap Tekun Jualan Kue Rangi Keliling Bekasi

“Kami tetap mempertahankan resep yang sudah ada sejak dulu. Bumbu-bumbunya diracik seperti tradisi yang diajarkan orang tua kami. Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak yang mencari Coto Manggala,” katanya.

Coto Manggala juga memiliki catatan tersendiri dalam sejarah kuliner Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada 2009, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat mencatatkan Rekor MURI setelah menyajikan sekitar 8.000 porsi Coto Manggala yang berjajar sepanjang dua kilometer.

Bagi pencinta kuliner Nusantara yang berkunjung ke Pangkalan Bun, Coto Manggala dapat menjadi salah satu sajian khas yang patut dicoba. Perpaduan manggala yang lembut, kuah rempah yang gurih, serta suasana tepian Sungai Arut membuat kuliner ini menjadi bagian menarik dari pengalaman wisata kuliner di Pangkalan Bun.

Berita Terkait

25 Warga Tambaksari Ikuti Pelatihan Bogasari, UKM Kuliner Didorong Naik Kelas
Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara
Wajib Coba! Deretan Ayam Goreng Legendaris dengan Cita Rasa Rempah di Purwokerto
Wajik Ketan Gula Merah, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Zaman
Jadah Tempe Kaliurang, Perpaduan Gurih dan Manis yang Jadi Kuliner Favorit
Dari Dapur Rumah hingga Amerika, Pempek Palembang Ini Tembus Pasar Internasional
Bumbu Kacang Pekat Jadi Andalan, Lotek Bu Yanto Purwokerto Bertahan Sejak 1997
Kangen Gudeg Jogja? Kuliner Legendaris Ini Kini Banyak Dijual di Kediri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:05 WIB

Coto Manggala, Kuliner Khas Pangkalan Bun yang Nikmat Disantap di Tepi Sungai Arut

Senin, 28 September 2026 - 15:02 WIB

Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara

Senin, 28 September 2026 - 14:28 WIB

Wajib Coba! Deretan Ayam Goreng Legendaris dengan Cita Rasa Rempah di Purwokerto

Kamis, 24 September 2026 - 12:18 WIB

Wajik Ketan Gula Merah, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Zaman

Kamis, 24 September 2026 - 11:48 WIB

Jadah Tempe Kaliurang, Perpaduan Gurih dan Manis yang Jadi Kuliner Favorit

Berita Terbaru