JAKARTA – Perjalanan Timnas Indonesia hingga berhasil menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat sorotan dari media olahraga Italia, Corriere dello Sport. Skuad Garuda memastikan tiket ke partai puncak setelah meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Corriere dello Sport tidak hanya menyoroti kemenangan besar Indonesia, tetapi juga perjalanan sepak bola nasional yang terus menjalani proses pembenahan. Perhatian media Italia tersebut turut mengaitkan keberhasilan Timnas Indonesia dengan momentum empat tahun tragedi Kanjuruhan.
Pembenahan sepak bola nasional dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Erick menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak memimpin PSSI, sejumlah agenda pembenahan menjadi perhatian, mulai dari tata kelola, peningkatan profesionalisme, penguatan tim nasional, pengembangan pemain muda, hingga pemanfaatan potensi pemain diaspora.
Dalam wawancaranya dengan Corriere dello Sport, Erick menggambarkan Indonesia sebagai “raksasa yang sedang tidur”. Ungkapan tersebut merujuk pada besarnya potensi sepak bola Indonesia yang dinilai membutuhkan pengelolaan secara profesional dan transparan.
Tragedi Kanjuruhan juga menjadi bagian dari perjalanan pembenahan sepak bola Indonesia. Keberhasilan Skuad Garuda mencapai final tepat empat tahun setelah tragedi tersebut memberikan makna tersendiri.
“Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final,” kata Erick Thohir.
Menurut Erick, perjalanan tersebut bukan sekadar mengenai hasil pertandingan. Momentum itu juga menjadi bagian dari proses sepak bola Indonesia untuk belajar dari masa lalu dan terus melakukan pembenahan.
Ingatan terhadap tragedi Kanjuruhan, kata Erick, perlu terus dijaga sebagai pengingat untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para suporter di stadion.
Drama Timnas Indonesia Menuju Final
Sebelum laga menghadapi Bangladesh, seluruh elemen yang berada di SUGBK menggelar mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban tragedi Kanjuruhan.
Timnas Indonesia membutuhkan kemenangan dengan skor besar untuk mengamankan posisi teratas Grup A. Skuad Garuda kemudian mampu mencatat kemenangan 9-2 atas Bangladesh.
Namun, kepastian Indonesia melaju ke final baru didapat setelah melalui persaingan ketat hingga menit-menit akhir. Indonesia bersaing dengan Malaysia dalam perebutan posisi teratas Grup A.
Skuad Garuda akhirnya unggul dalam produktivitas gol dengan mencatatkan 11 gol, sedangkan Malaysia mengoleksi sembilan gol.
Perjalanan Indonesia di fase grup juga diwarnai sejumlah keputusan wasit yang menjadi perhatian. Gol Justin Hubner sempat dianulir karena offside, Thom Haye menerima kartu merah, sementara gol Ole Romeny juga tidak disahkan.
Setelah melewati persaingan ketat di Grup A, Timnas Indonesia kemudian bersiap menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung Senin (5/10/2026).
Skuad Garuda kini membawa perjalanan panjang dari fase grup menuju partai puncak dengan peluang untuk memburu gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.








Komentar