MAMUJU – Kuliner khas Sulawesi Barat, Jepa Mandar, tengah diajukan ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia. Makanan tradisional berbahan dasar ubi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya masyarakat Mandar di tingkat internasional.
Proses pengajuan Jepa Mandar telah dilakukan sejak 2025 dan kini memasuki tahap akhir persiapan dokumen. Kepala BPK Wilayah XVIII, Andriyani, mengatakan berkas pengajuan tersebut ditargetkan segera didaftarkan ke UNESCO.
“Insya Allah dalam waktu dekat, kemungkinan besar bulan Maret itu sudah didaftarkan berkas-berkasnya ke UNESCO,” kata Andriyani dalam dialog di RRI Mamuju, Sabtu (7/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengajuan Jepa Mandar dilakukan bersama tradisi kuliner serupa dari sejumlah negara di Amerika Latin, seperti Kuba, Venezuela, dan Haiti. Di negara-negara tersebut terdapat tradisi mengolah ubi menjadi makanan yang dikenal dengan nama kasabe.
Menurut Andriyani, Jepa merupakan makanan berbahan dasar ubi yang memiliki kesamaan tradisi dengan kasabe di sejumlah negara Amerika Latin. Kesamaan tradisi pengolahan pangan tersebut menjadi salah satu dasar dalam pengajuan bersama untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya takbenda dunia.
Melalui skema pengajuan lintas negara, tradisi pangan berbahan ubi yang berkembang di berbagai wilayah dapat diperkenalkan dan memperoleh pengakuan internasional sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.
Jepa dan Kasabe Diperkenalkan di Jakarta
Sebagai bagian dari proses pengajuan ke UNESCO, Indonesia bersama negara-negara mitra sebelumnya telah menggelar showcase pembuatan Jepa dan kasabe di Jakarta.
Kegiatan tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan. Showcase itu menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus menunjukkan kesamaan tradisi pengolahan makanan berbahan ubi yang berkembang di berbagai negara.
Pengajuan Jepa Mandar ke UNESCO diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kuliner tradisional Sulawesi Barat ke dunia internasional.
Selain menjadi upaya mendapatkan pengakuan terhadap kekayaan budaya masyarakat Mandar, proses tersebut juga diharapkan dapat mendorong pelestarian tradisi pangan berbahan ubi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.








Komentar