GRESIK – Rujak Cingur Bu Is di Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, menjadi salah satu kuliner favorit yang telah bertahan lebih dari dua dekade. Sejak mulai berjualan pada 2003, warung sederhana tersebut terus mempertahankan cita rasa khas rujak cingur hingga kini.
Bu Is mulai berjualan rujak cingur setelah sang suami meninggal dunia. Pada awalnya, ia membuka lapak sederhana di depan Kantor Kelurahan Sidomoro.
“Dulu mulai berjualan usai suami meninggal,” kenangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seiring berjalannya waktu, Bu Is memindahkan lokasi jualannya ke halaman rumah pribadi yang masih berada di kawasan Sidomoro. Meski kini berjualan dari rumah, pelanggan tetap dapat dengan mudah menemukan kuliner legendaris tersebut.
“Sekarang jualan depan rumah. Sudah tidak bisa jauh-jauh,” ujarnya.
Bumbu Petis Kental Jadi Ciri Khas
Salah satu daya tarik Rujak Cingur Bu Is terletak pada racikan bumbunya. Bumbu petis yang kental dan otentik menjadi ciri khas yang membuat cita rasa rujak cingur tersebut tetap diminati pelanggan.
Keunikan rasa itu juga menarik perhatian anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, yang datang dan mencicipi langsung rujak cingur Bu Is.
“Rasa petisnya benar-benar otentik, kental, dan pas di lidah. Ini salah satu potensi UMKM kuliner di Kebomas yang harus tetap eksis,” ungkap Ricke, Sabtu (11/4/2026).
Untuk satu porsi rujak cingur lengkap, pelanggan cukup membayar Rp30.000. Sementara rujak buah tanpa cingur dibanderol Rp15.000.
Harga tersebut sebanding dengan cita rasa dan porsi yang ditawarkan. Tak heran jika Rujak Cingur Bu Is memiliki pelanggan yang tetap datang untuk menikmati kuliner khas Jawa Timur tersebut.
Buka Setiap Hari
Rujak Cingur Bu Is buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Pelanggan yang ingin mencicipinya disarankan datang lebih awal, terutama menjelang jam makan siang.
Bagi masyarakat Kebomas dan sekitarnya, Rujak Cingur Bu Is menjadi salah satu pilihan untuk menikmati kuliner tradisional Jawa Timur. Eksistensinya sejak 2003 menjadikan warung tersebut sebagai salah satu kuliner legendaris yang tetap bertahan di Gresik.








Komentar