LOMBOK – Cerorot menjadi salah satu jajanan tradisional khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memiliki bentuk dan cara menyantap unik. Kue bercita rasa manis ini dibungkus menggunakan janur berbentuk kerucut, sehingga bisa dinikmati tanpa harus membuka bungkusnya seperti jajanan pada umumnya.
Selain bentuknya yang khas, cerorot menawarkan perpaduan rasa manis dan tekstur lembut serta kenyal. Jajanan tradisional ini menjadi salah satu pilihan kuliner yang menarik untuk dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Lombok.
Cara Menikmati Cerorot yang Tidak Biasa
Keunikan cerorot tidak hanya terletak pada bentuk pembungkusnya, tetapi juga pada cara menyantapnya. Untuk menikmati kue ini, bagian bawah bungkus janur didorong secara perlahan hingga isi cerorot keluar dan siap dimakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cara tersebut menjadi pengalaman tersendiri, terutama bagi orang yang baru pertama kali mencicipi jajanan tradisional ini.
Dhela, salah seorang penyuka cerorot, mengungkapkan bahwa rasa dan bentuknya menjadi daya tarik tersendiri. Perpaduan rasa manis gula aren dengan tekstur kue yang lembut dan kenyal membuat cerorot memiliki ciri khas.
“Saya suka cerorot karena rasanya khas dan bentuknya juga unik. Ada perpaduan rasa manis dari gula aren dengan teksturnya yang kenyal dan lembut. Cara makannya juga menarik karena kita harus mendorong bagian bawah bungkusnya supaya isi cerorot keluar,” ujar Dhela, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, cara menyantap cerorot membuat pengalaman menikmati jajanan ini terasa berbeda. Pembungkusnya tidak perlu dibuka seluruhnya karena isi kue dapat dikeluarkan dengan menekan bagian bawah secara perlahan.
“Menurut saya, cara makannya menjadi bagian dari daya tarik cerorot. Jadi, kita bukan hanya menikmati rasa kuenya, tetapi juga penasaran bagaimana cara mengeluarkannya dari bungkus janur tanpa harus membukanya seperti jajanan pada umumnya,” katanya.
Dibuat dari Bahan Sederhana
Cerorot dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana, seperti tepung beras, santan, gula merah atau gula aren, serta sedikit garam. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi adonan, kemudian dimasukkan ke dalam pembungkus janur yang dibentuk menyerupai kerucut atau terompet kecil.
Adonan selanjutnya dikukus hingga matang. Proses ini menghasilkan tekstur kue yang lembut dan sedikit kenyal, sementara perpaduan gula aren dan santan memberikan rasa manis dengan sentuhan gurih.
Penggunaan janur sebagai pembungkus juga menjadi ciri khas cerorot. Bentuknya yang unik membuat jajanan ini mudah dikenali di antara beragam kue tradisional lainnya.
Bagi masyarakat yang telah terbiasa menikmatinya, cara mengeluarkan cerorot dari bungkus janur menjadi bagian dari pengalaman menyantap jajanan tersebut. Sementara itu, bagi wisatawan, keunikan ini dapat menjadi daya tarik saat mengenal kuliner tradisional Lombok.
Cerorot, Kekayaan Kuliner Tradisional Lombok
Cerorot bukan sekadar jajanan bercita rasa manis, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner tradisional Lombok yang memiliki karakter tersendiri. Bahan yang digunakan, bentuk pembungkus, hingga cara menyantapnya menjadi keunikan yang membedakannya dari jajanan lainnya.
Dhela menilai cerorot perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar keberadaan jajanan tradisional ini tetap dikenal di tengah berkembangnya makanan modern.
“Cerorot menurut saya punya nilai yang lebih dari sekadar jajanan. Bentuknya, bahan yang digunakan, sampai cara makannya punya ciri khas sendiri. Karena itu, makanan seperti ini perlu tetap dikenalkan supaya generasi muda tahu bahwa Lombok punya banyak jajanan tradisional yang menarik,” ujar Dhela.
Dengan rasa manis, tekstur lembut dan kenyal, serta cara menyantap yang tidak biasa, cerorot menjadi salah satu kuliner khas Lombok yang menarik untuk dicoba. Keunikan tersebut sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi kuliner Nusantara yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.








Komentar