SUNGAILIAT – Kelezatan pisang goreng wijen Hosit di Jalan Kuday, Sungailiat, tidak lepas dari pemilihan bahan baku yang tepat. Pemilik usaha, Meilin atau akrab disapa Alin, setia menggunakan pisang kepok kuning karena memiliki rasa lebih manis, aroma harum, serta tekstur yang cocok untuk menghasilkan pisang goreng berlapis wijen yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Bagi Alin, pemilihan jenis pisang menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas dan cita rasa produknya. Ia mengaku selalu mengutamakan pisang kepok kuning dibandingkan jenis lainnya.
“Pisang kepok kan ada dua jenis, yang paling kita suka sih yang kuning karena cita rasanya lebih manis dan harum daripada kepok putih,” jelas Alin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Alin, pisang kepok kuning memiliki karakteristik yang sesuai untuk diolah menjadi pisang goreng wijen. Teksturnya cukup padat, tetapi tetap lembut ketika matang, sehingga dapat menghasilkan perpaduan yang pas dengan adonan tepung berwijen.
“Kalau pisang kepok, adonannya bisa nempel sempurna. Jadi luarnya renyah wijen, dalamnya lembut,” tambah Alin.
Konsistensi dalam menggunakan bahan baku tersebut menjadi bagian dari upaya Alin mempertahankan kualitas pisang goreng wijen Hosit. Dengan bahan yang sesuai, ia dapat menjaga karakteristik produk agar tetap memiliki cita rasa dan tekstur yang diharapkan pelanggan.
Meski demikian, ketersediaan bahan baku terkadang menjadi tantangan tersendiri. Ketika pisang kepok sulit ditemukan di pasaran, Alin memilih pisang raja sebagai alternatif. Namun, pisang kepok kuning tetap menjadi pilihan utama untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan karakter khas Hosit.
Pilihan tersebut juga mendapat respons positif dari konsumen. Amelia, salah satu penggemar pisang goreng, mengaku menyukai olahan berbahan pisang kepok, terutama ketika buahnya sudah matang sempurna.
“Emang paling enak pisang kepok sih, kalau udah ranum lembut juga masih enak,” ujar Amelia kepada RRI.
Pisang kepok yang matang dinilai mampu memberikan tekstur lembut dan rasa manis alami. Ketika dipadukan dengan lapisan tepung dan wijen, pisang tersebut menghasilkan sensasi berbeda yang menjadi daya tarik bagi pencinta camilan berbahan dasar pisang.
Bagi Alin, menjaga kualitas bahan baku bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga bagian dari mempertahankan kepercayaan pelanggan. Karena itu, ia tetap mengutamakan pisang kepok kuning sebagai bahan utama pisang goreng wijen Hosit.
Melalui pemilihan bahan yang tepat, Hosit menghadirkan pisang goreng dengan perpaduan tekstur renyah dari wijen dan kelembutan pisang di bagian dalam. Produk ini menjadi salah satu pilihan camilan bagi masyarakat yang ingin menikmati olahan pisang di kawasan Sungailiat.








Komentar