JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendapat desakan untuk mundur dari jabatannya setelah Timnas Indonesia tersingkir dari ASEAN Cup 2026. Tuntutan tersebut disuarakan melalui petisi publik dan kritik sejumlah tokoh yang menyoroti kepemimpinan Erick di sepak bola Indonesia.
Salah satu desakan disampaikan melalui petisi yang diunggah di platform Change.org. Petisi tersebut menyoroti posisi Erick Thohir yang disebut memegang dua jabatan penting, yakni sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga serta Ketua PSSI.
Penggagas petisi menilai kedua institusi tersebut memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda. Kementerian Pemuda dan Olahraga berperan dalam pengembangan generasi muda dan ekosistem olahraga nasional, sementara PSSI memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan sepak bola Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan serangan pribadi terhadap Bapak Erick Thohir, melainkan keprihatinan mendalam tentang tata kelola publik dan efektivitas kepemimpinan dalam olahraga nasional. Penyelenggaraan dua badan pengatur secara bersamaan membawa risiko konflik kepentingan yang intens, konsentrasi kekuasaan yang berlebihan, berkurangnya independensi dalam pembuatan kebijakan, dan distribusi investasi dan perhatian yang tidak adil di antara berbagai cabang olahraga.”
Lima Tuntutan dalam Petisi
Petisi tersebut memuat lima tuntutan yang ditujukan kepada Erick Thohir, pemerintah, dan PSSI.
Pertama, penggagas petisi meminta agar rangkap jabatan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dan Ketua PSSI segera diakhiri.
Kedua, Erick didesak mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Ketiga, petisi tersebut juga meminta Erick Thohir meninggalkan posisi Ketua PSSI sesuai dengan prosedur dan aturan organisasi yang berlaku.
Keempat, Presiden diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Erick Thohir sebagai menteri.
Kelima, PSSI didorong melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan, kebijakan, serta target pengembangan sepak bola nasional.
Para penggagas petisi juga mengajak masyarakat memberikan dukungan melalui tanda tangan. Mereka berharap dukungan yang terkumpul dapat memperkuat penyampaian tuntutan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pemerintahan maupun sepak bola nasional.
Akbar Faizal Soroti Kepemimpinan Erick Thohir
Desakan terhadap Erick Thohir juga datang dari politikus Akbar Faizal. Ia turut menyampaikan kritik setelah Timnas Indonesia gagal melanjutkan kiprahnya di ASEAN Cup 2026.
Akbar menilai Erick Thohir perlu mengambil tanggung jawab atas hasil yang diraih Timnas Indonesia dalam turnamen tersebut.
“Dia harus mengundurkan diri. Setidaknya, ini akan menunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap Indonesia, yang sepak bolanya semakin kehilangan posisinya, bahkan di kawasan ASEAN,” kata Akbar Faizal.
Menurut Akbar, tanggung jawab atas kegagalan Timnas Indonesia tidak hanya berada pada satu pihak. Ia juga meminta jajaran pimpinan PSSI ikut bertanggung jawab atas hasil tersebut.
“ Tanggung jawab tidak hanya terletak pada presiden tetapi pada seluruh pimpinan federasi,” tegasnya.
Kegagalan Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026 kemudian memunculkan kekecewaan dari sebagian pendukung. Situasi tersebut turut berkembang menjadi sorotan terhadap kepemimpinan PSSI serta tata kelola sepak bola nasional di bawah kepemimpinan Erick Thohir.








Komentar