BOGOR – Sapo mie dengan kuah gurih dan aneka isian seperti bakso hingga udang bisa menjadi pilihan kuliner hangat di Bogor. Menu tersebut bisa ditemukan di Sapomie Acek Ameng yang menyajikan sapo mie dengan cita rasa gurih, kental, dan berbagai pilihan isian.
Sapomie Acek Ameng berada di Jalan Anggrek Nomor 39, Ciomas, Bogor, tepatnya di dalam Komplek Paswalpres Ciapus. Meski berada di kawasan perumahan, tempat makan yang berdiri sejak 2013 ini tetap ramai dikunjungi pelanggan.
Usaha keluarga tersebut awalnya dirintis dari tempat sederhana. Istri Acek Ameng yang berasal dari Jambi sebelumnya kerap membuat sapo mie untuk keluarganya. Karena rasanya dinilai lezat oleh orang-orang sekitar, keluarga tersebut kemudian terdorong untuk menjualnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, area dapur dan tempat makan Sapomie Acek Ameng telah dibuat lebih luas dan nyaman. Hidangan sapo disajikan menggunakan panci tanah liat atau keramik yang membuat makanan tetap hangat lebih lama.
Pilihan isi sapo terdiri dari mie, kwetiau, dan bihun. Untuk harganya, Sapomie Original dibanderol Rp45 ribu, sedangkan varian spesial dengan tambahan irisan daging sapi dijual Rp65 ribu.
Sapo Mie Dimasak Fresh Setelah Dipesan
Salah satu daya tarik Sapomie Acek Ameng adalah setiap pesanan sapo dimasak segar setelah dipesan. Karena itu, pelanggan perlu sedikit bersabar, terutama ketika datang pada jam ramai.
Proses perebusan setiap porsinya membutuhkan waktu sekitar enam menit. Mie, kwetiau atau bihun dimasak bersama bumbu sapo yang gurih dan kental.
Hidangan tersebut kemudian dilengkapi bakso ikan, bakso ayam, udang, sawi putih, sawi hijau, serta wortel. Proses memasaknya dilakukan satu per satu oleh pegawai di dapur dengan menggunakan sumpit untuk mengaduk isian sekaligus meracik bumbu.
Setelah matang, sapo disajikan dalam kondisi tertutup untuk menjaga suhu makanan. Ketika tutupnya dibuka, kuah sapo masih terlihat berbuih dan mengepul.
Sapomie Original dan Special
Sapomie Original dengan isian mie menggunakan mie telur bertekstur tebal yang sekilas menyerupai udon. Mie tersebut berwarna kekuningan, sedikit lebih padat, dan memiliki rasa gurih khas telur.
Mie yang digunakan dibuat segar oleh pemasok langganan Sapomie Acek Ameng dan disebut tidak menggunakan bahan pengawet maupun pengenyal.
Saat disantap, tekstur mie yang lembut dan licin berpadu dengan kuah sapo yang kental, gurih, dan manis. Aromanya juga harum dengan cita rasa yang mengingatkan pada perpaduan saus tiram, kecap ikan, minyak wijen, serta kaldu.
Dalam satu porsi terdapat sawi putih dan sawi hijau yang masih renyah, ditambah bakso ikan, bakso ayam, serta udang.
Untuk Sapomie Special seharga Rp65 ribu, pilihan isi dapat menggunakan kwetiau dengan tambahan irisan daging sapi. Potongan dagingnya cukup tebal, bertekstur juicy, dan mudah dikunyah.
Kwetiau menjadi salah satu pilihan yang menarik karena teksturnya lebih lembut saat disantap. Permukaannya yang licin juga membuat kuah sapo lebih mudah menempel.
Pengunjung juga dapat menambahkan sambal pedas, acar cabai rawit, serta perasan jeruk kunci untuk memberikan rasa yang lebih kaya dan segar.
Ada Pempek dan Choipan
Tak hanya sapo mie, Sapomie Acek Ameng juga menyediakan berbagai kudapan gurih seperti pempek dan choipan. Menu tersebut dijual melalui stall khusus di area rumah makan.
Pilihan pempeknya cukup beragam, mulai dari Pempek Selam Besar seharga Rp27 ribu, Pempek Lenjer Rp8 ribu, hingga Pempek Cerewet seharga Rp9 ribu per buah.
Adonan pempeknya memiliki tekstur empuk dan kenyal dengan rasa gurih manis yang alami. Salah satu menu yang unik adalah pempek cerewet.
Pempek tersebut berupa lenjer berukuran kecil yang digoreng, kemudian dibelah dan diisi campuran ebi atau udang kering giling, cabai rawit, serta kecap manis. Hidangan tersebut kemudian disiram cuko dengan perpaduan rasa asam dan manis.
Es Kacang Merah Jadi Penutup
Sebagai hidangan penutup, pengunjung dapat mencoba Es Kacang seharga Rp22 ribu. Minuman pencuci mulut tersebut berisi banyak kacang merah yang lembut, kemudian diberi susu cokelat yang tidak terlalu manis dan serutan es.
Untuk minuman, tersedia Es Jeruk Kunci seharga Rp15 ribu dan Liang Teh Es Batu Rp17 ribu. Es Jeruk Kunci menawarkan rasa asam dan segar, sedangkan liang teh memiliki rasa manis yang lembut.
Sapomie Acek Ameng buka pada Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00-17.00 WIB dan tutup setiap Senin. Tempat makan ini juga menjamin seluruh menunya 100 persen halal sehingga dapat dinikmati pelanggan Muslim.








Komentar