PALU – Nasi pecel menjadi salah satu kuliner yang laris diburu warga saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Setiap Minggu pagi, pedagang nasi pecel ramai didatangi pembeli yang ingin menikmati sarapan setelah berolahraga atau berjalan santai bersama keluarga.
Keramaian CFD tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan menikmati suasana pagi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pedagang kuliner untuk menawarkan makanan tradisional kepada pengunjung.
Nasi pecel diminati karena perpaduan sayuran segar dan bumbu kacang yang memberikan cita rasa khas. Hidangan ini biasanya disajikan bersama aneka pelengkap, seperti telur rebus, tahu goreng, dan rempeyek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain rasanya yang khas, harga yang relatif terjangkau turut membuat nasi pecel menjadi pilihan sarapan warga. Satu porsi nasi pecel dijual dengan harga berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, bergantung pada lauk yang dipilih.
Salah seorang pedagang nasi pecel di kawasan CFD Kota Palu, Issah, mengatakan pembeli biasanya ramai berdatangan setiap Minggu pagi. Banyak pengunjung yang mampir ke lapaknya setelah menyelesaikan aktivitas olahraga.
“Setiap Minggu pagi pembeli selalu ramai. Banyak yang selesai jalan santai atau jogging langsung mencari nasi pecel untuk sarapan. Alhamdulillah, sebelum pukul 10 pagi biasanya dagangan sudah hampir habis,” ujar Issah.
Menurutnya, kegiatan CFD memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Ramainya pengunjung pada akhir pekan membuat kawasan tersebut menjadi salah satu tempat yang potensial untuk memasarkan aneka makanan.
Aktivitas jual beli di kawasan CFD juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran pengunjung membuka kesempatan bagi pedagang kuliner lokal untuk memperoleh penghasilan sekaligus memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat.
Nasi pecel pun menjadi salah satu pilihan kuliner yang melengkapi suasana CFD di Kota Palu. Selain menjadi menu sarapan, keberadaan pedagang makanan tradisional turut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat setiap akhir pekan.








Komentar