Bukan Bakso Malang, Tempe Mendol Justru Jadi Kuliner Favorit yang Bikin Jatuh Hati

- Author

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG – Kota Malang selama ini dikenal dengan bakso yang menjadi salah satu ikon kulinernya. Namun, di balik popularitas hidangan berkuah tersebut, ada kuliner tradisional sederhana yang tak kalah menggoda, yakni tempe mendol. Olahan tempe berbumbu ini memiliki cita rasa gurih, sedikit pedas, dan khas yang membuatnya mampu mencuri perhatian pencinta kuliner.

Tempe mendol merupakan makanan tradisional yang banyak dijumpai di Malang dan sekitarnya. Hidangan ini umumnya dibuat dari tempe, termasuk tempe yang sudah agak matang atau dikenal sebagai tempe semangit. Tempe kemudian dihaluskan dan dicampur dengan berbagai bumbu sebelum dibentuk lonjong dan digoreng hingga matang.

Bagi sebagian orang, tempe mendol mungkin hanya dianggap sebagai lauk pendamping. Namun, kesederhanaan bahan dan kekayaan bumbunya justru menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, bagi penikmat kuliner tertentu, tempe mendol bisa memberikan pengalaman makan yang lebih berkesan dibandingkan hidangan yang sudah lebih populer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cita Rasa Tempe Mendol yang Khas

Salah satu keunikan tempe mendol terletak pada perpaduan bumbunya. Bawang putih, bawang merah, cabai, serta daun jeruk kerap digunakan untuk menghasilkan aroma dan rasa yang kuat. Setelah digoreng, bagian luarnya terasa lebih kering, sedangkan bagian dalamnya tetap menghadirkan karakter tempe yang padat.

Penggunaan tempe semangit juga memberikan cita rasa khas yang berbeda dari olahan tempe biasa. Aroma dan rasa yang lebih kuat berpadu dengan bumbu sehingga menghasilkan sensasi gurih, sedikit asam, dan pedas.

Karakter tersebut membuat tempe mendol memiliki identitas rasa tersendiri. Makanan ini tidak membutuhkan bahan mahal atau teknik memasak yang rumit untuk menghadirkan sajian yang menggugah selera.

Lauk Sederhana yang Mudah Ditemukan

Selain rasanya, tempe mendol juga menarik karena harganya relatif terjangkau dan mudah ditemukan di sejumlah warung makan tradisional. Hidangan ini cocok disandingkan dengan berbagai menu, mulai dari nasi pecel, nasi jagung, nasi berlauk sayur lodeh, hingga rawon.

Baca Juga:  Bakpia Identik dengan Jogja, Ternyata Bukan Kuliner Asli Yogyakarta

Perpaduan tempe mendol dengan nasi jagung, misalnya, menghadirkan pengalaman kuliner sederhana yang lekat dengan tradisi makan masyarakat Jawa Timur. Bumbu yang meresap pada tempe memberikan tambahan rasa pada sajian yang menggunakan bahan-bahan sehari-hari.

Kehadiran tempe mendol juga menunjukkan bahwa kuliner khas daerah tidak selalu harus berupa makanan yang mewah atau terkenal secara luas. Bahan sederhana yang diolah dengan cara tepat dapat menghasilkan hidangan yang memiliki daya tarik tersendiri.

Tempe Mendol dan Pengalaman Menikmati Kuliner Malang

Dalam tulisan yang dimuat di Terminal Mojok, Anisah Meidayanti menceritakan pengalaman personalnya menikmati tempe mendol hingga membuatnya lebih tertarik pada makanan tersebut dibandingkan bakso Malang. Pandangan ini menunjukkan bahwa selera kuliner setiap orang dapat berbeda, bahkan terhadap makanan yang telah lama menjadi ikon suatu daerah.

Bakso Malang tetap memiliki tempat tersendiri di tengah kekayaan kuliner Indonesia. Namun, tempe mendol menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin menikmati sajian tradisional dengan rasa yang kuat dan harga yang bersahabat.

Popularitas bakso tidak lantas membuat kuliner lain kehilangan pesonanya. Tempe mendol justru menjadi contoh bahwa makanan sederhana dapat meninggalkan kesan mendalam ketika memiliki cita rasa yang sesuai dengan selera penikmatnya.

Bagi pencinta kuliner yang berkunjung ke Malang, tempe mendol layak masuk daftar makanan yang patut dicoba. Di balik tampilannya yang sederhana, olahan tempe ini menyimpan kekhasan rasa yang memperkaya ragam kuliner tradisional Jawa Timur.

Berita Terkait

Ingin Sayur Lodeh Seenak Warteg? Ini Rahasia Bumbu Kuah Gurih dan Wangi
Dulu Jadi Santapan Kuli Bangunan, Warteg Kini Jadi Favorit Semua Kalangan
Dulu Dipikul Keliling Kampung, Sop Ayam Pak Min Klaten Kini Punya 40 Cabang
Kulitnya Gundul, Rasanya Mirip Rambutan! Mengenal Buah Unik dari Kalimantan
Kuliner Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu, Jagung Bakar Tetap Diburu
Dikira Ban Bocor, Pengendara Mobil di Bekasi Malah Kehilangan Barang Rp20 Juta
Cuma Rp10 Ribu per Kotak! Kue Apem Barabai Hadir di Jalan Masjid Jami Banjarmasin
Cuma Buka Setiap Minggu Pagi, Es Pisang Ijo Fitri Tawarkan Sensasi Segar di Banjarmasin

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Ingin Sayur Lodeh Seenak Warteg? Ini Rahasia Bumbu Kuah Gurih dan Wangi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Dulu Jadi Santapan Kuli Bangunan, Warteg Kini Jadi Favorit Semua Kalangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Kulitnya Gundul, Rasanya Mirip Rambutan! Mengenal Buah Unik dari Kalimantan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Kuliner Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu, Jagung Bakar Tetap Diburu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Dikira Ban Bocor, Pengendara Mobil di Bekasi Malah Kehilangan Barang Rp20 Juta

Berita Terbaru

Sport

De Bruyne Ikut Pesta Gol, Napoli Permalukan Monza 4-1

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:06 WIB

Daerah

Rudi Harfisar Dipanggil Lagi, Perindo Benda Siap Bergerak!

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:34 WIB