FLORES โ Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 11.40.30 WIB. BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo awal 5,2 dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter berada di laut pada koordinat 8,11 derajat Lintang Selatan dan 120,59 derajat Bujur Timur, atau sekitar 57 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
BMKG menjelaskan gempa tersebut tergolong dangkal dan terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik atau sesar naik (thrust fault).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Getaran gempa dilaporkan dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, serta Reok dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Pada skala IV MMI, getaran umumnya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
Gempa yang kembali mengguncang Flores ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa berkekuatan M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB.
Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 13.591 aktivitas gempa susulan dari rangkaian tersebut. Gempa susulan terbesar yang tercatat memiliki magnitudo 6,2.
BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat diimbau tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. Informasi resmi terkait perkembangan gempa dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.








Komentar