Bumbu Kacang Pekat Jadi Andalan, Lotek Bu Yanto Purwokerto Bertahan Sejak 1997

- Author

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOKERTO – Lotek Bu Yanto menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih bertahan di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Sejak dirintis pada 1997, warung ini tetap mempertahankan cita rasa khas melalui bumbu kacang yang pekat atau dikenal dengan istilah “buket”.

Warung Pojok Bu Yanto didirikan oleh Soegiarti (58). Nama Bu Yanto sendiri diambil dari nama ayahnya, Sugiyanto. Usaha kuliner tersebut bermula dari keluarga yang sebelumnya menjual nasi rames dan rujak.

Soegiarti kemudian memilih mengembangkan lotek sebagai menu andalannya. Pada awalnya, warung berjualan di wilayah Kober sebelum akhirnya berpindah ke lokasi yang sekarang pada 2013.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu di Kober, pindah ke sini tahun 2013,” ujar Soegiarti kepada RRI, Minggu (30/8/2026).

Bumbu Kacang Pekat Jadi Ciri Khas

Daya tarik utama Lotek Bu Yanto terletak pada bumbu kacangnya yang dibuat pekat. Pelanggan juga dapat menyesuaikan tingkat rasa dan kepedasan sesuai selera.

Soegiarti mengaku tidak banyak mengubah resep yang sudah digunakan sejak awal. Ia memilih mempertahankan perpaduan bahan utama berupa kacang dan gula agar cita rasa lotek tetap konsisten.

“Saya palingnya cuma mempertahankan bumbunya gitu-gitu aja dari dulu, ya kacang, gula gitu,” katanya.

Menu yang paling banyak diminati adalah rujak sayur atau lotek dan ranjem. Selain itu, warung tersebut juga menyediakan mendoan serta rujak buah.

Kuliner di Pinggir Sawah

Lokasi Warung Pojok Bu Yanto berada di sebuah gang dan berdekatan dengan area persawahan. Suasana tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan tradisional dengan suasana yang lebih santai.

Pelanggan tidak hanya berasal dari warga sekitar. Warung ini juga cukup diminati kalangan muda, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga:  Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara

Biasanya, pengunjung mulai berdatangan sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga waktu makan siang. Keramaian kembali terlihat menjelang sore, ketika pengunjung dapat menikmati suasana persawahan dan pemandangan matahari terbenam.

“Gak mesti siang, kadang jam 10 sampe jam makan siang, terus nanti menjelang sore,” ujar Soegiarti.

Bisa Terjual Lebih dari 100 Porsi

Popularitas Lotek Bu Yanto turut berkembang melalui media sosial. Sejumlah kreator konten di Purwokerto pernah datang dan memperkenalkan warung tersebut kepada pengikut mereka tanpa adanya promosi berbayar.

Promosi dari mulut ke mulut juga membuat jumlah pelanggan terus bertambah. Dalam kondisi ramai, Soegiarti dapat menjual lebih dari 100 bungkus lotek dalam sehari.

Jika pembeli masih berdatangan, warung bahkan dapat bertahan hingga mendekati waktu Magrib atau Isya.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, Soegiarti berusaha menjaga harga agar tetap terjangkau sehingga tidak terlalu membebani pelanggan.

Harga Lotek Rp12 Ribu

Lotek atau rujak sayur di Warung Pojok Bu Yanto dibanderol sekitar Rp12.000 per porsi. Hingga kini, warung tersebut belum tersedia di aplikasi layanan pesan-antar makanan secara resmi.

Namun, pelanggan tetap dapat memesan melalui WhatsApp untuk kemudian mengambil makanan secara langsung atau menggunakan layanan pengambilan pesanan.

Warung Pojok Bu Yanto beralamat di Jl. Gn. Slamet Gang Gunung Merbabu, Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127.

Dengan mempertahankan resep bumbu kacang sejak awal berdiri, Lotek Bu Yanto menjadi salah satu pilihan kuliner tradisional yang tetap eksis di Purwokerto setelah hampir tiga dekade.

Berita Terkait

Coto Manggala, Kuliner Khas Pangkalan Bun yang Nikmat Disantap di Tepi Sungai Arut
25 Warga Tambaksari Ikuti Pelatihan Bogasari, UKM Kuliner Didorong Naik Kelas
Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara
Wajib Coba! Deretan Ayam Goreng Legendaris dengan Cita Rasa Rempah di Purwokerto
Wajik Ketan Gula Merah, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Zaman
Jadah Tempe Kaliurang, Perpaduan Gurih dan Manis yang Jadi Kuliner Favorit
Dari Dapur Rumah hingga Amerika, Pempek Palembang Ini Tembus Pasar Internasional
Kangen Gudeg Jogja? Kuliner Legendaris Ini Kini Banyak Dijual di Kediri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:05 WIB

Coto Manggala, Kuliner Khas Pangkalan Bun yang Nikmat Disantap di Tepi Sungai Arut

Senin, 28 September 2026 - 15:02 WIB

Santap Siang dengan Nasi Goreng Babat, Nikmat Gurih dengan Cita Rasa Nusantara

Senin, 28 September 2026 - 14:28 WIB

Wajib Coba! Deretan Ayam Goreng Legendaris dengan Cita Rasa Rempah di Purwokerto

Kamis, 24 September 2026 - 12:18 WIB

Wajik Ketan Gula Merah, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Zaman

Kamis, 24 September 2026 - 11:48 WIB

Jadah Tempe Kaliurang, Perpaduan Gurih dan Manis yang Jadi Kuliner Favorit

Berita Terbaru