LAMPUNG SELATAN – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kalianda yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengajak anak-anak di Pulau Sebuku, Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, untuk berani bermimpi dan terus belajar dalam memperingati Hari Kartini.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) tersebut dikemas melalui berbagai aktivitas edukatif dan inspiratif untuk mengenalkan semangat perjuangan R.A. Kartini kepada anak-anak di wilayah kepulauan.
Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan, Meysur Cindy Ahmad Syarif, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya menanamkan nilai emansipasi, semangat belajar, serta pentingnya pendidikan sejak usia dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin mengenalkan sosok Kartini sebagai inspirasi bagi anak-anak agar mereka memiliki semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita, tanpa memandang keterbatasan,” kata Meysur.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan pembelajaran kreatif, permainan tradisional, serta kisah perjuangan R.A. Kartini yang disampaikan dengan cara menarik dan mudah dipahami anak-anak.
Anak-anak Pulau Sebuku juga diajak mengikuti sejumlah perlombaan, di antaranya mewarnai dan bercerita dengan tema perjuangan serta cita-cita masa depan.
Antusiasme anak-anak terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan mahasiswa dengan penuh semangat.
Meysur mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat IMM UM Kalianda sekaligus menjadi sarana menumbuhkan semangat Kartini kepada generasi muda, khususnya anak-anak di wilayah kepulauan.
“Aksi tersebut merupakan bagian utama dari program IMM Masuk Desa, sebuah agenda pengabdian masyarakat yang menjadi Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca pelaksanaan Darul Arqam Dasar (DAD),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Pulau Sebuku Gita Lestari menyambut positif kegiatan mahasiswa UM Kalianda tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa yang telah memberikan motivasi dan pengalaman baru bagi anak-anak di sini,” kata Gita.
Menurut Gita, proses belajar mengajar di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan yang dihadapi, termasuk perjuangan siswa ketika berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki.
“SDN Pulau Sebuku memiliki sebanyak 20 siswa-siswi yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, semangat perjuangan R.A. Kartini diharapkan dapat terus tumbuh di kalangan anak-anak Pulau Sebuku. Mereka diharapkan berani memiliki cita-cita, terus belajar, dan kelak dapat berkontribusi bagi masa depan bangsa.








Komentar