Cuma Ada Dua Potong per Ekor, Rahang Tuna Jadi Rebutan Pencinta Kuliner

- Author

Rabu, 21 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Rahang tuna semakin diburu pencinta kuliner karena memiliki daging yang lembut, gurih, dan juicy. Keistimewaan lainnya, satu ekor tuna hanya menghasilkan dua potong rahang, yakni bagian kiri dan kanan. Ketersediaan yang terbatas serta cita rasanya yang khas membuat bagian ikan ini semakin populer sebagai menu andalan di sejumlah restoran.

Popularitas rahang tuna belakangan meningkat seiring semakin banyak restoran yang menyajikan hidangan khas Manado. Bagian ikan yang sebelumnya tidak terlalu banyak mendapat perhatian kini menjadi salah satu sajian yang menarik minat pencinta makanan laut.

Chef-Owner Antarasa, Chef Arcad Fadillah, mengatakan rahang tuna sebenarnya sudah lama dikenal di restoran Manado. Namun, belakangan semakin banyak tempat makan yang berani menjadikan hidangan tersebut sebagai menu unggulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa lagi hype? Sebenarnya mungkin hype-nya ini belakangan karena Manado restaurant lagi banyak yang berani keluarin. Sebenarnya dari zaman dulu Manado restaurant sudah jual rahang tuna,” kata Chef Arcad saat ditemui di Antarasa One Satrio, Jakarta Selatan.

Daging Lembut dan Lemak Alami Jadi Rahasia Kelezatan

Salah satu daya tarik rahang tuna terletak pada daging di sekitar pipi dan leher ikan. Bagian ini memiliki lemak alami yang membantu menghasilkan tekstur lembut dan rasa gurih ketika diolah dengan cara dibakar.

Menurut Chef Arcad, lemak pada rahang tuna memberikan sensasi juicy tanpa membuat daging terasa terlalu berminyak. Keseimbangan tersebut menjadi salah satu alasan rahang tuna memiliki cita rasa yang khas dibandingkan bagian ikan lainnya.

“Kalau bagian rahang itu, si bagian cheek atau bagian lehernya itu yang banyak ada fat natural-nya. Makanya kalau dibakar dia ada lembutnya, tapi enggak ngerasa berlemak banget, lemaknya seimbang,” jelas Chef Arcad.

Tekstur daging yang lembut berpadu dengan rasa gurih membuat rahang tuna cocok disajikan sebagai hidangan ikan bakar. Sajian ini juga dapat dinikmati bersama sambal bercita rasa pedas dan segar untuk menambah kenikmatan.

Satu Ekor Tuna Hanya Menghasilkan Dua Rahang

Selain kelezatannya, jumlah rahang tuna yang terbatas menjadi daya tarik tersendiri. Setiap ekor tuna hanya memiliki dua bagian rahang, yaitu sisi kiri dan kanan.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan bahan baku ini lebih terbatas dibandingkan bagian ikan lainnya. Ketika semakin banyak restoran memasukkan rahang tuna ke dalam daftar menu, bagian ini pun semakin menarik perhatian pelanggan.

Baca Juga:  Nasi Goreng Megawati Disukai Gus Dur hingga Prabowo, Apa Rahasianya?

“Ini salah satu hot orders sekarang, karena semua restoran Indonesia lagi pada jualan ini. Dan barangnya sedikit, satu tuna cuma bisa dapat kiri-kanan,” ujar Chef Arcad.

Ukuran rahang tuna juga terbilang besar. Chef Arcad menyebut satu potong rahang dapat memiliki bobot sekitar 400 hingga 600 gram, bergantung pada ukuran dan jenis tuna.

Tuna yang ditemukan di perairan Indonesia memiliki beragam jenis dan bentuk. Meski demikian, menurut Chef Arcad, karakter rasa dagingnya relatif mirip.

Rahang Tuna Bakar dengan Sambal Dabu-Dabu

Salah satu cara menikmati rahang tuna adalah dengan mengolahnya menjadi ikan bakar. Perpaduan daging yang lembut dan gurih dengan sambal pedas serta segar membuat hidangan ini memiliki cita rasa yang kaya.

Di restoran Antarasa, rahang tuna disajikan bersama sambal dabu-dabu khas Manado. Chef Arcad menyebut sajian tersebut sebagai pengembangan dari menu rahang tuna yang sebelumnya telah tersedia.

“Ini sudah ada dari awal, tapi ini kalau saya bilang Rahang Tuna 2.0, karena yang pertama modelannya nggak terlalu Manado, yang ini pakai sambal dabu-dabu khas Manado,” lanjutnya.

Sambal dabu-dabu memberikan sensasi segar dan pedas yang berpadu dengan rasa gurih ikan bakar. Kombinasi tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati rahang tuna dengan sentuhan khas masakan Manado.

Tulang Besar Tak Mengurangi Daya Tarik Rahang Tuna

Meski memiliki tulang berukuran besar, rahang tuna tetap diminati karena bagian daging di sekitar pipi dan lehernya menawarkan tekstur yang lembut. Bagi pelanggan yang kesulitan memisahkan daging dari tulang, pihak restoran juga dapat membantu menyiapkannya agar lebih mudah disantap.

“Tulangnya kan cukup gede kalau ini sebenarnya kalau rahang tuna. Tapi di sini sih sebenarnya kalau misalnya teman-teman pengen rahang tunanya dilepasin dari ini (tulang), kami juga bisa bantuin,” ujar Chef Arcad.

Popularitas rahang tuna menunjukkan bahwa bagian ikan yang dahulu tidak selalu menjadi pilihan utama kini memiliki tempat tersendiri di dunia kuliner. Daging yang lembut, rasa gurih, lemak alami yang seimbang, serta jumlahnya yang terbatas menjadi sejumlah faktor yang membuatnya semakin diburu.

Bagi pencinta hidangan laut, rahang tuna bisa menjadi pilihan untuk menikmati sensasi berbeda dari olahan ikan. Terlebih jika disajikan dengan cara dibakar dan dilengkapi sambal dabu-dabu khas Manado.

Berita Terkait

Mango Sticky Rice, Dessert Khas Thailand dengan Perpaduan Mangga Manis dan Ketan Gurih
Pernah Coba Langkitang? Kuliner Khas Minang dengan Sensasi Makan Tak Biasa
Tak Hanya Bertugas, Babinsa Guguk Rintis Usaha Pecel Lele dan Berdayakan Empat Warga
Ingin Sayur Lodeh Seenak Warteg? Ini Rahasia Bumbu Kuah Gurih dan Wangi
Dulu Jadi Santapan Kuli Bangunan, Warteg Kini Jadi Favorit Semua Kalangan
Dulu Dipikul Keliling Kampung, Sop Ayam Pak Min Klaten Kini Punya 40 Cabang
Kulitnya Gundul, Rasanya Mirip Rambutan! Mengenal Buah Unik dari Kalimantan
Kuliner Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu, Jagung Bakar Tetap Diburu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:24 WIB

Mango Sticky Rice, Dessert Khas Thailand dengan Perpaduan Mangga Manis dan Ketan Gurih

Senin, 2 November 2026 - 10:57 WIB

Pernah Coba Langkitang? Kuliner Khas Minang dengan Sensasi Makan Tak Biasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Ingin Sayur Lodeh Seenak Warteg? Ini Rahasia Bumbu Kuah Gurih dan Wangi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Dulu Jadi Santapan Kuli Bangunan, Warteg Kini Jadi Favorit Semua Kalangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Dulu Dipikul Keliling Kampung, Sop Ayam Pak Min Klaten Kini Punya 40 Cabang

Berita Terbaru