JAKARTA – Angin puting beliung dan banjir melanda dua wilayah di Indonesia, yakni Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dua kejadian tersebut mengakibatkan puluhan warga terdampak, belasan rumah mengalami kerusakan, serta sejumlah fasilitas umum turut terkena dampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengatakan angin puting beliung menerjang Dusun 4, Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan disertai angin kencang melanda kawasan itu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut berdampak terhadap 12 kepala keluarga (KK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan pada 12 unit rumah dan dampak pada dua unit fasilitas umum,” kata Berton, Minggu (1/11/2026).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan dan kaji cepat terhadap kerusakan rumah warga serta fasilitas umum.
Berton menyampaikan kondisi di lokasi kejadian sudah kondusif. Kendati demikian, BPBD Kabupaten Lampung Timur masih terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak.
“Kondisi di lokasi dilaporkan kondusif. BPBD Kabupaten Lampung Timur terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak,” ujarnya.
Banjir Rendam Rumah dan Persawahan di Banyumas
Selain puting beliung di Lampung Timur, banjir juga melanda Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan air di sejumlah permukiman warga dan area persawahan.
Banjir tersebut terjadi di dua wilayah, yakni Desa Wangon, Kecamatan Wangon, dan Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati. Kondisi ini turut dipengaruhi kapasitas saluran drainase yang terbatas sehingga air hujan tidak dapat mengalir secara optimal.
Menurut Berton, banjir tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, sebanyak 32 warga terdampak dan sembilan unit rumah mengalami kerusakan.
Hingga Sabtu (31/10/2026), kondisi banjir dilaporkan berangsur surut. Warga mulai membersihkan rumah masing-masing setelah genangan air berkurang.
Sementara itu, koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dilakukan untuk menangani permasalahan saluran drainase yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir.
Upaya penanganan tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mengurangi risiko terjadinya banjir serupa di wilayah terdampak.








Komentar