Laris Manis saat CFD Kota Palu, Nasi Pecel Diburu Warga untuk Sarapan

- Author

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALU – Nasi pecel menjadi salah satu kuliner yang laris diburu warga saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Setiap Minggu pagi, pedagang nasi pecel ramai didatangi pembeli yang ingin menikmati sarapan setelah berolahraga atau berjalan santai bersama keluarga.

Keramaian CFD tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan menikmati suasana pagi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pedagang kuliner untuk menawarkan makanan tradisional kepada pengunjung.

Nasi pecel diminati karena perpaduan sayuran segar dan bumbu kacang yang memberikan cita rasa khas. Hidangan ini biasanya disajikan bersama aneka pelengkap, seperti telur rebus, tahu goreng, dan rempeyek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain rasanya yang khas, harga yang relatif terjangkau turut membuat nasi pecel menjadi pilihan sarapan warga. Satu porsi nasi pecel dijual dengan harga berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, bergantung pada lauk yang dipilih.

Salah seorang pedagang nasi pecel di kawasan CFD Kota Palu, Issah, mengatakan pembeli biasanya ramai berdatangan setiap Minggu pagi. Banyak pengunjung yang mampir ke lapaknya setelah menyelesaikan aktivitas olahraga.

“Setiap Minggu pagi pembeli selalu ramai. Banyak yang selesai jalan santai atau jogging langsung mencari nasi pecel untuk sarapan. Alhamdulillah, sebelum pukul 10 pagi biasanya dagangan sudah hampir habis,” ujar Issah.

Menurutnya, kegiatan CFD memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Ramainya pengunjung pada akhir pekan membuat kawasan tersebut menjadi salah satu tempat yang potensial untuk memasarkan aneka makanan.

Aktivitas jual beli di kawasan CFD juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran pengunjung membuka kesempatan bagi pedagang kuliner lokal untuk memperoleh penghasilan sekaligus memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat.

Baca Juga:  Dodol Durian Jadi Camilan Favorit saat Musim Durian Tiba

Nasi pecel pun menjadi salah satu pilihan kuliner yang melengkapi suasana CFD di Kota Palu. Selain menjadi menu sarapan, keberadaan pedagang makanan tradisional turut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat setiap akhir pekan.

Berita Terkait

Mango Sticky Rice, Dessert Khas Thailand dengan Perpaduan Mangga Manis dan Ketan Gurih
Pernah Coba Langkitang? Kuliner Khas Minang dengan Sensasi Makan Tak Biasa
Tak Hanya Bertugas, Babinsa Guguk Rintis Usaha Pecel Lele dan Berdayakan Empat Warga
Ingin Sayur Lodeh Seenak Warteg? Ini Rahasia Bumbu Kuah Gurih dan Wangi
Dulu Jadi Santapan Kuli Bangunan, Warteg Kini Jadi Favorit Semua Kalangan
Dulu Dipikul Keliling Kampung, Sop Ayam Pak Min Klaten Kini Punya 40 Cabang
Kulitnya Gundul, Rasanya Mirip Rambutan! Mengenal Buah Unik dari Kalimantan
Kuliner Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu, Jagung Bakar Tetap Diburu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:24 WIB

Mango Sticky Rice, Dessert Khas Thailand dengan Perpaduan Mangga Manis dan Ketan Gurih

Senin, 2 November 2026 - 10:57 WIB

Pernah Coba Langkitang? Kuliner Khas Minang dengan Sensasi Makan Tak Biasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Ingin Sayur Lodeh Seenak Warteg? Ini Rahasia Bumbu Kuah Gurih dan Wangi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Dulu Jadi Santapan Kuli Bangunan, Warteg Kini Jadi Favorit Semua Kalangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Dulu Dipikul Keliling Kampung, Sop Ayam Pak Min Klaten Kini Punya 40 Cabang

Berita Terbaru