TANGERANG SELATAN — Anggaran Rp292.045.330 tercatat untuk pekerjaan “Pemeliharaan Kamar Mandi” di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan.
Angka tersebut kembali membuat warga menghitung-hitung. Hampir Rp300 juta hanya untuk pekerjaan yang dalam data pengadaan diberi nama pemeliharaan kamar mandi.
Marsudin Hasan, warga Tangerang Selatan, mengaku heran ketika melihat nominalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu lihat angkanya, saya juga kaget. Perawatan kamar mandi Rp292 juta. Duit segitu buat warga mah gede,” kata Marsudin.
Ia kemudian membandingkannya dengan program bedah rumah yang menurutnya justru memiliki nilai lebih kecil.
“Yang saya bingung, bedah rumah saja nilainya jauh di bawah itu. Ini kamar mandi kok hampir Rp300 juta,” ujarnya.
Marsudin mengaku tidak paham soal hitungan proyek pemerintah.
“Saya mah orang biasa, enggak ngerti RAB atau hitungan proyek. Tapi kalau lihat angka ya bisa mikir juga. Rp292 juta itu kalau buat bikin kontrakan, mungkin sudah dapat tiga pintu,” katanya.
Menurut Marsudin, dirinya penasaran dengan jumlah kamar mandi dan pekerjaan yang dilakukan.
“Ini kamar mandinya berapa yang dibenerin? Terus yang diganti apa saja? Kalau memang banyak, ya bilang saja. Biar kita yang awam juga ngerti,” ujarnya.
Ia kemudian nyeletuk soal kemungkinan pekerjaan di balik angka tersebut.
“Kalau cuma perawatan, saya bayanginnya ya benerin yang rusak. Keramik, toilet, pipa. Kok bisa sampai Rp292 juta, itu yang bikin saya penasaran,” kata Marsudin.
Marsudin juga menyindir perbedaan nilai dengan bedah rumah.
“Orang yang rumahnya perlu dibedah itu kan memang butuh dibantu. Kalau anggarannya malah lebih kecil dari perawatan kamar mandi, ya saya sebagai warga jadi mikir. Kamar mandinya memang sebesar apa?” ujarnya.
Paket tersebut tercatat dengan kode RUP 63482096, berjenis pekerjaan konstruksi dan menggunakan metode Pengadaan Langsung. Penyedianya PT Sinergi Manunggal Pratama dan status pekerjaan tercatat selesai.
Marsudin mengatakan, ia tidak meminta penjelasan yang rumit.
“Enggak usah pakai bahasa proyek yang macam-macam. Kamar mandinya berapa, dibenerinnya apa, materialnya apa, habis berapa. Sudah, warga juga ngerti,” katanya.
Sebelumnya, belanja makan dan minum di sejumlah Puskesmas Tangsel juga diberitakan dengan nilai sekitar Rp2,83 miliar dalam 484 paket.
Sekarang muncul paket lain di lingkungan Dinkes Tangsel berupa pemeliharaan kamar mandi dengan nilai Rp292 juta.
Kedua pekerjaan tersebut berbeda. Namun, bagi Marsudin, angka-angka itu membuat warga ingin tahu lebih jelas bagaimana uang daerah digunakan.
“Yang kemarin makan-minum miliaran, sekarang kamar mandi hampir Rp300 juta. Saya enggak ngerti proyek, Bang. Saya cuma lihat angkanya. Ya wajar kalau jadi penasaran,” ujarnya.
Marsudin kembali menyinggung soal bedah rumah.
“Kalau duit Rp292 juta dipakai buat bedah rumah, mungkin warga yang rumahnya mau roboh bisa banyak yang kebantu. Kalau buat kamar mandi, saya pengin tahu kamar mandinya berapa banyak,” katanya.
Ia juga mengaku penasaran ingin melihat hasil pekerjaan yang sudah dinyatakan selesai tersebut.
“Kalau sudah selesai, ya lihat saja hasilnya. Biar jelas. Jangan sampai kita cuma lihat angka, enggak tahu bentuk pekerjaannya,” ujar Marsudin.
Untuk mengetahui apakah nilai Rp292.045.330 tersebut sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, rincian RAB, HPS, jumlah kamar mandi, volume pekerjaan dan spesifikasi material perlu dilihat.
Sebab, dari data yang tersedia, baru terlihat nama paket, nilai pekerjaan, penyedia, metode pengadaan dan status pekerjaan.
Bagi Marsudin, pertanyaannya sederhana.
“Rp292 juta itu buat kamar mandi berapa pintu? Saya juga pengin tahu. Soalnya kalau duit segitu buat kontrakan, tiga pintu kali bisa,” katanya.








Komentar