TANGERANG โ Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Tangerang mencapai Rp55.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang karena komoditas daging ayam ras tercatat turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah pada Agustus 2026.
Pemkot Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan pasokan daging ayam tetap tersedia bagi masyarakat.
Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengatakan harga daging ayam ras di tingkat pedagang masih menunjukkan perbedaan antara satu pasar dengan pasar lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Harga terendah tercatat di Pasar Laris dengan Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, harga tertinggi mencapai Rp55.000 per kilogram dan ditemukan di Pasar Sipon serta Pasar Malabar Bersih.
“Kami terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, khususnya daging ayam ras, agar pergerakannya tetap terkendali dan tidak memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi,” kata Suli.
Menurutnya, pengawasan harga tersebut juga dilakukan dengan mengacu pada arahan Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Harga daging ayam di tingkat pasar diharapkan tetap berada dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan.
Upaya pengendalian harga menjadi penting mengingat daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi Kota Tangerang. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, komoditas tersebut mengalami inflasi sebesar 5,37 persen dengan andil terhadap inflasi daerah sebesar 0,07 persen.
Selain mengawasi harga, Pemkot Tangerang juga memastikan rantai distribusi berjalan dengan baik. Ketersediaan stok di pasar turut menjadi perhatian agar tidak terjadi kelangkaan yang berpotensi mendorong kenaikan harga lebih tinggi.
Pemkot berharap langkah pengawasan dan pengendalian tersebut dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga di tingkat konsumen. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam dapat terpenuhi dengan harga yang tetap wajar dan terjangkau.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan harga berbagai komoditas pangan melalui kanal informasi resmi Disperindagkop UKM Kota Tangerang di Instagram @indagkopukm_tangerangkota dan @perdagangan_tangerangkota.








Komentar