Jangan Asal Bikin Password! Ini Cara Melindungi Akun dari Peretasan

- Author

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR SELATAN – Penggunaan kata sandi atau password yang kuat menjadi langkah penting untuk melindungi akun digital dari risiko peretasan. Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat melalui internet, mulai dari komunikasi hingga transaksi keuangan, keamanan kata sandi perlu menjadi perhatian agar informasi pribadi tidak mudah disalahgunakan.

Kata sandi yang mudah ditebak atau digunakan berulang kali pada sejumlah akun dapat meningkatkan risiko akses tanpa izin. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara membuat dan mengelola kata sandi dengan benar untuk menjaga keamanan data pribadi di ruang digital.

Hindari Kata Sandi yang Mudah Ditebak

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengguna adalah membuat kata sandi berdasarkan informasi pribadi, seperti tanggal lahir, nama sendiri, nama anggota keluarga, atau kombinasi angka sederhana. Informasi tersebut berpotensi mudah ditebak, terutama jika tersedia di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk meningkatkan keamanan, pengguna disarankan membuat kata sandi yang panjang, unik, dan sulit ditebak. Kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, serta simbol dapat digunakan untuk memperkuat kata sandi. Pengguna juga dapat memilih frasa sandi panjang yang mudah diingat, tetapi tidak mudah diprediksi orang lain.

Selain itu, hindari menggunakan satu kata sandi untuk beberapa akun sekaligus. Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, kata sandi yang sama dapat dimanfaatkan untuk mencoba mengakses akun lain.

Lima Cara Melindungi Akun dari Peretasan

Ada beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keamanan akun digital.

1. Gunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun

Buat kata sandi unik untuk setiap layanan, khususnya akun surat elektronik, perbankan, dan akun lain yang menyimpan informasi penting. Cara ini membantu membatasi dampak jika salah satu akun mengalami kebocoran.

2. Manfaatkan pengelola kata sandi

Baca Juga:  Jakarta Disebut Kota Terpadat Dunia, Bekasi dan Depok Ikut Terseret

Pengelola kata sandi atau password manager dapat membantu menyimpan dan mengatur kata sandi yang berbeda untuk setiap akun. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menghafal seluruh kata sandi secara manual.

3. Aktifkan autentikasi multifaktor

Autentikasi multifaktor (multi-factor authentication/MFA) memberikan lapisan perlindungan tambahan saat pengguna masuk ke akun. Selain kata sandi, proses verifikasi dapat memerlukan faktor lain, seperti aplikasi autentikator atau kunci keamanan.

4. Waspadai tautan dan pesan mencurigakan

Jangan memasukkan kata sandi melalui tautan yang tidak jelas sumbernya. Pelaku kejahatan siber dapat menggunakan situs palsu atau pesan yang menyamar sebagai layanan resmi untuk mencuri informasi login. Pastikan alamat situs benar sebelum memasukkan data akun.

5. Segera tangani aktivitas yang tidak dikenal

Jika menerima pemberitahuan masuk yang tidak dikenali atau menemukan aktivitas mencurigakan, segera periksa keamanan akun. Ganti kata sandi jika ada indikasi kebocoran, keluarkan sesi yang tidak dikenal, dan pastikan informasi pemulihan akun masih berada dalam kendali pemiliknya.

Kesadaran Digital Jadi Kunci Keamanan

Keamanan akun tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan penggunanya. Kata sandi yang kuat perlu disertai kewaspadaan saat menggunakan layanan digital dan kesadaran untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi.

Masyarakat juga perlu menghindari membagikan kata sandi kepada orang lain, termasuk melalui pesan singkat atau media sosial. Pembaruan perangkat lunak dan pemeriksaan aktivitas akun secara berkala dapat menjadi langkah tambahan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.

Dalam lingkungan pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari, perlindungan akun digital berperan penting dalam menjaga kerahasiaan informasi dan mendukung aktivitas daring yang aman.

Dengan menerapkan kebiasaan membuat kata sandi yang kuat, menggunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun, serta mengaktifkan autentikasi multifaktor, masyarakat dapat meningkatkan perlindungan akun dan mengurangi risiko peretasan.

Berita Terkait

Rudi Harfisar Dipanggil Lagi, Perindo Benda Siap Bergerak!
KPI Tegur Stasiun TV, Program Kesehatan Seksual Tak Boleh Tayang Sembarangan
KPID Jabar Gandeng Lansia, Perkuat Benteng Literasi Media Tangkal Konten Negatif
Bukan Sekadar Seremoni, Sumpah Pemuda 2026 Jadi Momentum Anak Muda Beraksi
10 Rumah Dibedah di Karawaci Baru, Lurah Indra Dorong Hunian Warga Lebih Layak
Viral Orangtua Murid Ditagih Parkir Saat Jemput Anak, Juru Parkir Dipanggil
Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Membumbung 1.200 Meter
Punya Riwayat Transaksi QRIS? BI Berencana Jadikan Data Pembayaran Acuan Kredit UMKM

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Rudi Harfisar Dipanggil Lagi, Perindo Benda Siap Bergerak!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:04 WIB

KPI Tegur Stasiun TV, Program Kesehatan Seksual Tak Boleh Tayang Sembarangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:42 WIB

KPID Jabar Gandeng Lansia, Perkuat Benteng Literasi Media Tangkal Konten Negatif

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Jangan Asal Bikin Password! Ini Cara Melindungi Akun dari Peretasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Bukan Sekadar Seremoni, Sumpah Pemuda 2026 Jadi Momentum Anak Muda Beraksi

Berita Terbaru

Sport

De Bruyne Ikut Pesta Gol, Napoli Permalukan Monza 4-1

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:06 WIB

Daerah

Rudi Harfisar Dipanggil Lagi, Perindo Benda Siap Bergerak!

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:34 WIB