KENDAL — Aksi protes peternak ayam petelur berlangsung serentak di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada Senin (10/8/2026). Di Kabupaten Kendal, massa peternak membawa sekitar 15 ribu ayam hidup untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.
Aksi tersebut menjadi bentuk protes peternak terhadap kondisi usaha yang dinilai semakin berat. Harga pakan yang meningkat, sementara harga telur di tingkat peternak justru mengalami penurunan, menjadi persoalan utama yang mereka soroti.
Di Kendal, ribuan ayam dibawa menggunakan kendaraan pikap menuju kawasan Alun-Alun Kendal. Berdasarkan keterangan koordinator aksi, armada yang dikerahkan mencapai 147 kendaraan dengan jumlah peserta lebih dari 1.200 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ayam-ayam tersebut kemudian dibagikan kepada warga sebagai bagian dari aksi penyampaian aspirasi. Pembagian itu sekaligus dimaksudkan untuk menggambarkan kondisi peternak yang tengah menghadapi tekanan biaya produksi dan rendahnya harga jual hasil ternak.
Peternak menilai persoalan pakan menjadi salah satu beban terbesar dalam usaha ayam petelur. Biaya pakan disebut mengambil porsi sekitar 70 persen dari keseluruhan biaya produksi. Karena itu, mereka meminta pemerintah mengambil langkah untuk menekan harga pakan agar usaha peternakan rakyat tetap dapat bertahan.
Selain harga pakan, peternak juga meminta adanya perbaikan harga telur di tingkat peternak. Mereka menilai harga telur yang terus melemah tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan.
Tuntutan lainnya berkaitan dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas jagung. Peternak meminta dukungan pasokan jagung tersebut diperpanjang hingga enam bulan agar kebutuhan pakan dapat lebih terjamin.
Peternak juga mendorong agar bantuan sosial pangan yang selama ini berupa beras dan minyak goreng turut memasukkan telur. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi telur peternak rakyat yang masih menumpuk.
Mereka turut meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap peternak rakyat dengan membatasi pengembangan usaha peternakan skala menengah dan besar. Selain itu, peternak mendesak pemerintah menegakkan Permen 32 Tahun 2017, terutama mengenai hak budi daya bagi peternak rakyat.
Persoalan lain yang ikut disampaikan adalah penyerapan telur oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peternak menilai penyerapan produk telur lokal oleh sejumlah SPPG di Kendal belum berjalan secara optimal.
Mereka berharap program pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi produk peternak lokal sehingga persoalan pemasaran telur bisa ikut teratasi.
Aksi peternak di Kendal tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Aksi serupa juga dilaporkan berlangsung di beberapa daerah lain dengan persoalan utama yang sama, yakni tekanan harga pakan serta merosotnya harga hasil produksi peternakan.
Di tengah aksi, pembagian ayam gratis kepada masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. Bagi peternak, langkah tersebut merupakan cara menyampaikan kondisi yang mereka alami sekaligus menunjukkan bahwa hasil ternak yang mereka produksi berada dalam situasi sulit ketika biaya produksi terus meningkat sementara harga jual tidak memberikan keuntungan yang memadai.
Aksi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk segera mencari solusi terhadap persoalan harga pakan, harga telur, penyerapan produksi lokal, serta keberlangsungan usaha peternak rakyat.








Komentar