JAKARTA — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan dalam aksi tersebut.
Mahasiswa mempertanyakan pelaksanaan program MBG serta dampaknya terhadap pengelolaan anggaran negara. Mereka menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut, terutama menyangkut efektivitas, pelaksanaan di lapangan, dan penggunaan anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain persoalan MBG, massa aksi juga membawa isu terkait keterlibatan militer dalam ruang sipil.
Mahasiswa menyoroti penempatan personel TNI pada sejumlah posisi atau urusan yang berada di ranah sipil. Mereka meminta agar fungsi TNI tetap ditempatkan pada koridor pertahanan negara dan tidak mengambil ruang yang semestinya dapat dijalankan oleh aparatur sipil.
Menurut kelompok mahasiswa, penguatan institusi sipil dan penegakan aturan dinilai lebih penting dibandingkan memperluas keterlibatan militer dalam urusan pemerintahan sipil.
Aksi di depan Kemenhan tersebut sekaligus menjadi bentuk penyampaian sikap mahasiswa terhadap kebijakan pertahanan dan keamanan yang dinilai berkaitan dengan posisi militer dalam kehidupan sipil.
Sementara itu, aksi di depan BGN diarahkan pada persoalan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Kelompok mahasiswa menilai setiap program pemerintah yang menggunakan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan serta memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Aksi mahasiswa tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai perlu dikaji kembali. Isu ekonomi, pengelolaan anggaran, program prioritas pemerintah, hingga relasi militer dan ruang sipil menjadi bagian dari kritik yang disampaikan dalam aksi.
Kelompok Cipayung Plus Jakarta Selatan sendiri merupakan wadah sejumlah organisasi kemahasiswaan yang selama ini aktif menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Dalam berbagai aksi sebelumnya, kelompok tersebut juga menyoroti persoalan ekonomi, kenaikan harga BBM, MBG, Koperasi Desa Merah Putih, serta keterlibatan TNI dalam jabatan sipil.








Komentar