700 Juta Cuma Buat Buang Aroma Tak Sedap di Kantor Anggota Dewan Banten, Kok Sekwan Ogah Kasih Keterangan, Jangan Jangan ?

- Author

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Subhan Setiabudi Sekretaris DPRD Banten (foto : istimewa)

Subhan Setiabudi Sekretaris DPRD Banten (foto : istimewa)

SERANG — Anggaran sewa pengharum ruangan di kantor DPRD Provinsi Banten mencapai hampir Rp700 juta. Nilai tersebut menjadi bagian dari belanja pengharum, tanaman, dan buket bunga yang secara keseluruhan mencapai sekitar Rp1,18 miliar.

Sekretaris DPRD Banten Subhan Setia Budi Ganda R telah dikonfirmasi terkait belanja tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran tersebut terdiri dari hampir Rp700 juta untuk sewa pengharum ruangan, sekitar Rp290 juta untuk sewa tanaman, serta hampir Rp200 juta untuk buket bunga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ratusan juta rupiah hanya untuk kebutuhan pengharum kantor dewan tersebut mendapat perhatian dari aktivis sekaligus penggiat sosial Puji Rahman Hakim.

Puji mempertanyakan dasar perhitungan anggaran tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui berapa jumlah ruangan yang menggunakan layanan pengharum, berapa titik atau unit yang disediakan, jenis layanan yang diberikan, lama masa sewa, hingga harga yang dibayarkan.

“Rp700 juta itu uang rakyat. Yang harus dijelaskan sederhana saja, pengharumnya sebanyak apa, dipasang di mana, berapa lama, berapa harga satuannya,” kata Puji.

Ia menegaskan bahwa Subhan sebagai pejabat yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran bukanlah pemilik uang tersebut. Karena sumber dananya berasal dari APBD, penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Sekwan hanya diberi kewenangan untuk mengelola dan membelanjakan uang rakyat sesuai aturan. Jadi ketika belanja sebesar ini dipertanyakan, jangan diam. Jelaskan kepada publik,” ujarnya.

Menurut Puji, persoalan yang perlu dijawab bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya pemerintah menganggarkan pengharum, tanaman maupun buket bunga. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana angka hingga ratusan juta rupiah tersebut dihitung dan apakah nilainya sesuai dengan volume serta layanan yang diterima.

Baca Juga:  Kepala PKBM Di Tangerang Jadi Tersangka! Lah, Muridnya 535, yang Aktif Cuma 7

Ia juga meminta rincian pengadaan dibuka secara transparan, termasuk dokumen kontrak, volume, spesifikasi, nilai pekerjaan dan pihak penyedia.

“Kalau memang pengadaannya wajar dan seluruh prosesnya sesuai aturan, buka datanya. Dari sana masyarakat bisa melihat sendiri. Jangan sampai pertanyaan mengenai uang rakyat justru tidak mendapatkan jawaban,” kata Puji.

Selain anggaran pengharum, Puji turut meminta penjelasan mengenai sekitar Rp290 juta untuk sewa tanaman dan hampir Rp200 juta untuk buket bunga yang membuat total belanja ketiga kebutuhan tersebut mencapai sekitar Rp1,18 miliar.

Ia menilai seluruh belanja tersebut layak dijelaskan secara terbuka karena menyangkut penggunaan APBD.

Puji juga mendorong agar aparat pengawasan melakukan pemeriksaan apabila dari dokumen pengadaan maupun pelaksanaan pekerjaan ditemukan ketidaksesuaian dengan ketentuan.

Berita Terkait

Banjir Berulang Mengintai, BWS Sumatera I Siagakan Alat Berat di Aceh
Era Robotisasi di Depan Mata, Wagub Maluku Minta Mahasiswa Bersiap
Mobil Terbakar di Simpang Tomang, Lalu Lintas dari Slipi Tersendat
Andra Soni dan Benyamin Temui Keluarga Donal Husni, Bahas Pencarian KM Arupadhatu I
Dari Kartu Jumantik hingga Bank Sampah, Inovasi Mahasiswa Tangerang Dilirik Bappeda
Kabut Asap Jambi Kembali Pekat, Asap dari Sumsel Ikut Terbawa Angin
Senam Restorasi NasDem Kabupaten Bogor Meriah, Warga Cibinong Antusias
Rp163 Miliar Digelontorkan, 10 Ruas Jalan Gorontalo Resmi Tuntas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Berulang Mengintai, BWS Sumatera I Siagakan Alat Berat di Aceh

Rabu, 30 September 2026 - 08:29 WIB

Era Robotisasi di Depan Mata, Wagub Maluku Minta Mahasiswa Bersiap

Selasa, 29 September 2026 - 08:17 WIB

Mobil Terbakar di Simpang Tomang, Lalu Lintas dari Slipi Tersendat

Selasa, 29 September 2026 - 07:57 WIB

Andra Soni dan Benyamin Temui Keluarga Donal Husni, Bahas Pencarian KM Arupadhatu I

Selasa, 29 September 2026 - 07:21 WIB

Dari Kartu Jumantik hingga Bank Sampah, Inovasi Mahasiswa Tangerang Dilirik Bappeda

Berita Terbaru

Sport

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:13 WIB