TOBA – Pizza biasanya dikenal sebagai makanan khas Italia dengan aneka topping dan saus. Namun, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, memiliki kreasi pizza yang berbeda dari hidangan pada umumnya. Pizza Andaliman memadukan makanan bergaya modern dengan rempah khas Batak yang menghadirkan sensasi pedas sekaligus kebas di lidah.
Kuliner unik ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Toba. Perpaduan cita rasa pizza dengan andaliman membuat makanan tersebut menarik perhatian masyarakat, termasuk wisatawan dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk mencicipinya.
Pizza Andaliman merupakan gagasan Imelda Napitupulu, perempuan kelahiran Jakarta. Ia terinspirasi menghadirkan makanan bergaya perkotaan dengan memanfaatkan bumbu tradisional khas Batak sebagai bahan utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak diperkenalkan pada 2015, Pizza Andaliman mulai dikenal dan diminati wisatawan. Bahkan, sejumlah pengunjung datang secara khusus untuk menikmati hidangan tersebut.
“Saya pikir ada bagusnya kalau kita buat makanan bersifat kekotaan dengan berbahan dasar bumbu khas Batak. Dari tahun 2015 sampai sekarang, banyak wisatawan yang datang khusus mencicipi pizza ini,” kata Imelda, Selasa (23/2/2021).
Andaliman Berikan Sensasi Pedas dan Kebas
Keunikan utama Pizza Andaliman terletak pada penggunaan andaliman, rempah yang dikenal sebagai merica Batak. Bumbu ini menjadi bagian penting dalam berbagai masakan tradisional masyarakat Batak dan memiliki aroma khas yang menyerupai jeruk.
Andaliman berasal dari kulit luar buah tanaman kelompok Zanthoxylum yang masih termasuk keluarga jeruk-jerukan. Selain memiliki aroma jeruk yang lembut, rempah ini juga memberikan sensasi pedas yang berbeda dari cabai maupun lada.
Ketika dikonsumsi, andaliman dapat menimbulkan sensasi kelu atau kebas pada lidah. Karakter rasa inilah yang membuat rempah tersebut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan bumbu lainnya.
Dari segi tampilan, Pizza Andaliman sekilas tidak jauh berbeda dengan pizza pada umumnya. Hidangan ini dilengkapi irisan daging dan beragam sayuran lokal, seperti tomat, timun, jagung, kacang panjang, wortel, kembang kol, serta daun bawang.
Keistimewaan lainnya terdapat pada pilihan saus yang disediakan. Pengunjung dapat menikmati tiga varian saus, yakni mayones, saus cabai, dan saus andaliman. Ketiganya disajikan bersama pizza menggunakan piring panjang.
Melalui kreasi kuliner tersebut, Imelda berharap Pizza Andaliman semakin dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga mancanegara. Ia ingin memperkenalkan kekayaan rempah khas Batak melalui sajian yang lebih modern.
Pizza Andaliman Jadi Daya Tarik Wisata Kuliner Toba
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Agus Karo-Karo, mengatakan kuliner Sumatera Utara merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus diperkenalkan.
Menurutnya, makanan khas dapat menjadi sarana untuk mengenalkan identitas suatu daerah, suku, bahkan bangsa. Pizza Andaliman menjadi salah satu contoh pemanfaatan bahan dan rempah tradisional Batak dalam sajian modern.
Pengembangan kuliner lokal juga dinilai berpotensi mendukung promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), yang mendorong perkembangan produk lokal, termasuk kuliner serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Agus berharap program tersebut dapat membantu kuliner daerah, pelaku UMKM, dan objek wisata semakin berkembang serta dikenal hingga tingkat dunia.
Perpaduan pizza modern dengan rempah andaliman menunjukkan bahwa kekayaan kuliner tradisional dapat dikembangkan menjadi sajian yang unik. Selain menawarkan pengalaman rasa berbeda, Pizza Andaliman juga menjadi salah satu cara memperkenalkan kekayaan cita rasa Batak kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.








Komentar