Berawal dari Satu Gerobak, Bakso Cuanki di Tambun Kini Punya 8 Karyawan

- Author

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TAMBUN – Usaha bakso cuanki khas Bandung milik Yanto di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berkembang pesat dari yang awalnya hanya menggunakan satu gerobak hingga kini memiliki dua gerobak dan mempekerjakan delapan karyawan.

Ramainya pembeli membuat kuliner pinggir jalan tersebut semakin dikenal masyarakat. Setiap sore mulai pukul 17.00 WIB, lapak bakso cuanki yang berada di pelataran parkir Kantor Cabang Pembantu Bank BNI Walet, Jalan Sultan Hasanudin, Desa Tambun, dipadati pelanggan.

Sebagian besar pembeli merupakan pekerja yang datang setelah menyelesaikan aktivitasnya. Ada pula pelanggan yang sengaja kembali karena sudah cocok dengan cita rasa bakso cuanki yang ditawarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau lagi pengen, saat tidak kerja tetep ke sini,” kata Pepi, seorang karyawan pabrik asal Mekarsari, Tambun Selatan.

Berawal dari Satu Gerobak, Kini Punya Dua

Yanto mengawali usahanya dengan satu gerobak bakso cuanki. Namun, jumlah pembeli yang terus meningkat membuat dagangannya kerap habis sebelum pukul 21.00 WIB.

Untuk memenuhi permintaan pelanggan, Yanto akhirnya menambah satu gerobak lagi. Langkah tersebut juga dilakukan agar pembeli yang datang dari jauh tidak kecewa karena kehabisan makanan.

“Dulu hanya satu gerobak, sekarang ada dua karena kasihan yang datang dari jauh sering nggak kebagian,” ujar Yanto, yang tinggal di belakang lokasi berjualan.

Selain bakso cuanki, Yanto turut menyediakan batagor atau bakso tahu goreng serta siomay Bandung. Beragam pilihan tersebut menjadi daya tarik bagi pelanggan yang ingin menikmati kuliner khas Bandung dalam satu tempat.

Sekilas, cuanki Bandung dan bakso Malang memang terlihat serupa. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari segi variasi isian, cita rasa kuah, hingga cara penyajiannya.

Baca Juga:  Hampir 80 Tahun, Engkong Kosasi Tetap Tekun Jualan Kue Rangi Keliling Bekasi

Pekerjakan Delapan Karyawan dari Bandung

Seiring berkembangnya usaha, Yanto kini mempekerjakan delapan orang karyawan. Mereka dibagi untuk melayani dua gerobak, masing-masing terdiri dari empat orang.

Para karyawan tersebut didatangkan dari Sukajadi, Kota Bandung. Sebagian bertugas melayani pembeli, sedangkan lainnya menyiapkan dan menggoreng batagor langsung di lokasi.

Setiap malam, Yanto menggoreng batagor dengan bahan isian sekitar 50 kilogram untuk setiap gerobak. Bahan yang digunakan antara lain terigu, tepung tapioka, tepung beras, gula, air, dan garam.

“ Ada Batagor, sambel dan juga kuah,” tutur Yanto.

Jualan hingga Dini Hari, Cuanki Dibanderol Rp12 Ribu

Lapak bakso cuanki tersebut mulai beroperasi pada sore hari dan biasanya tutup sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, ketika pembeli sedang ramai, dagangan bisa habis lebih cepat.

Saat pemberitaan ini diterbitkan pada 2022, satu porsi bakso cuanki dijual dengan harga Rp12 ribu. Sementara itu, batagor dapat dibeli sesuai jumlah yang diinginkan pelanggan.

Selain melayani pembeli yang makan langsung di lokasi, Yanto juga menerima pesanan untuk dibawa pulang. Bakso cuanki dan batagor menjadi pilihan pelanggan untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

Bahkan, ada pula pembeli yang secara khusus membeli kerupuk goreng hingga mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah.

Perjalanan usaha Yanto menunjukkan bagaimana bisnis kuliner sederhana yang dimulai dari satu gerobak dapat berkembang. Dari lapak pinggir jalan di Tambun, usahanya kini memiliki dua gerobak dan membuka lapangan pekerjaan bagi delapan orang.

Berita Terkait

Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Pemilik Warung Ungkap Alasannya
Dikira Susu, Ternyata Kue! Dessert Unik Jepang Ini Dijual dalam Karton 1 Kilogram
Bukan Kopi Susu Biasa! Coconut Cloud Coffee Tawarkan Sensasi Kopi Campur Air Kelapa
Bukan Roti Bakar Biasa! Warung Legendaris Tangerang Ini Masih Setia Pakai Arang
Bukan Pizza Biasa! Pizza Andaliman Khas Toba Punya Sensasi Pedas dan Kebas di Lidah
Dulu Dipikul Keliling, Kini Jadi Legenda! Sate Kikil Kong Nata Bertahan Sejak 1967
Ikan Goreng Sering Lembek? Coba Trik Ini agar Garing dan Gurih
Bosan dengan Telur Dadar Biasa? Coba Resep Omelet Jamur Kentang Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Pemilik Warung Ungkap Alasannya

Jumat, 6 November 2026 - 16:36 WIB

Berawal dari Satu Gerobak, Bakso Cuanki di Tambun Kini Punya 8 Karyawan

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Dikira Susu, Ternyata Kue! Dessert Unik Jepang Ini Dijual dalam Karton 1 Kilogram

Kamis, 5 November 2026 - 13:08 WIB

Bukan Kopi Susu Biasa! Coconut Cloud Coffee Tawarkan Sensasi Kopi Campur Air Kelapa

Rabu, 4 November 2026 - 13:18 WIB

Bukan Roti Bakar Biasa! Warung Legendaris Tangerang Ini Masih Setia Pakai Arang

Berita Terbaru