Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Pemilik Warung Ungkap Alasannya

- Author

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Perbedaan harga mi goreng dan mi kuah menjadi perbincangan setelah seorang pelanggan di Singapura mengeluhkan biaya tambahan untuk pesanan mi goreng. Keluhan tersebut muncul karena harga mi goreng di sebuah warung kawasan Bedok North ternyata lebih mahal dibandingkan mi kuah.

Biasanya, menu mi goreng dan mi kuah ditawarkan dengan harga yang sama di sejumlah tempat makan. Namun, warung tersebut menerapkan biaya tambahan bagi pelanggan yang memilih mi goreng atau dry noodle.

Dilansir dari The Independent Singapore pada 20 Oktober 2026, pelanggan tersebut mengaku jarang menemukan warung yang mengenakan biaya tambahan untuk menu mi goreng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya jarang melihat menu mi goreng dikenakan biaya tambahan,” ungkap pelanggan tersebut.

Selain biaya tambahan untuk mi goreng, warung itu juga menerapkan tarif berbeda untuk sejumlah pilihan topping.

Biaya Tambahan Topping hingga Rp21 Ribu

Dalam daftar menu yang dipasang, pelanggan dikenakan biaya tambahan sebesar 1 dolar Singapura atau sekitar Rp14.085 untuk topping seperti bakso ikan, bakso daging, pangsit, ayam, dan daging babi cincang.

Sementara itu, tambahan topping udang dikenakan biaya sebesar 1,5 dolar Singapura atau sekitar Rp21.128.

Namun, pelanggan tersebut juga menyoroti penulisan angka desimal pada papan menu yang dinilai kurang jelas. Ia mengaku sempat salah memahami harga tambahan udang karena angka 1,50 terlihat seperti 15.

“Titik desimal yang ditulis tidak jelas, dan tulisan 1.50 untuk tambahan udang terlihat seperti 15,” lanjutnya.

Pemilik Warung Jelaskan Alasan Mi Goreng Lebih Mahal

Menanggapi keluhan tersebut, pemilik warung menjelaskan alasan mi goreng atau dry noodle dikenakan biaya tambahan dibandingkan mi kuah.

Menurut pemilik, proses pembuatan mi goreng membutuhkan lebih banyak saus. Berbeda dengan mi kuah yang biasanya disajikan bersama saus secara terpisah, mi goreng memerlukan tambahan saus dalam proses pengolahannya.

Baca Juga:  Pernah Coba Langkitang? Kuliner Khas Minang dengan Sensasi Makan Tak Biasa

Karena itu, pelanggan yang memesan mi goreng dikenakan biaya tambahan beberapa sen dolar Singapura.

Pemilik warung juga menyebut biaya tambahan yang diterapkan masih tergolong wajar. Ia membandingkannya dengan warung lain yang biasanya mengenakan tambahan hingga 50 sen atau sekitar Rp6.989.

Sementara itu, warung miliknya hanya mengenakan tambahan sebesar 20 sen atau sekitar Rp2.817 untuk pesanan mi goreng.

Pemilik menegaskan bahwa seluruh harga tambahan sudah dicantumkan pada papan menu agar pelanggan dapat mengetahui biaya yang harus dibayarkan sebelum memesan.

Pemilik Akui Kesalahan Penulisan Harga

Selain persoalan biaya tambahan, pemilik warung juga mengakui adanya kesalahan dalam penulisan harga tambahan topping udang.

Ia menyebut kemungkinan kurang memperhatikan penggunaan titik desimal sehingga angka yang tercantum pada papan menu terlihat kurang jelas.

Setelah mengetahui adanya keluhan pelanggan, pemilik langsung memperbaiki penulisan harga tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kebingungan bagi pengunjung lainnya.

Dengan memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan mi dan rincian biaya tambahan, pemilik berharap pelanggan dapat memahami alasan perbedaan harga antara mi goreng dan mi kuah.

Tag: Mi Goreng, Mi Kuah, Harga Mi Goreng, Pelanggan Protes, Warung Mi, Kuliner Singapura, Bedok North, Biaya Tambahan, Topping Makanan, Info Kuliner

Berita Terkait

Berawal dari Satu Gerobak, Bakso Cuanki di Tambun Kini Punya 8 Karyawan
Dikira Susu, Ternyata Kue! Dessert Unik Jepang Ini Dijual dalam Karton 1 Kilogram
Bukan Kopi Susu Biasa! Coconut Cloud Coffee Tawarkan Sensasi Kopi Campur Air Kelapa
Bukan Roti Bakar Biasa! Warung Legendaris Tangerang Ini Masih Setia Pakai Arang
Bukan Pizza Biasa! Pizza Andaliman Khas Toba Punya Sensasi Pedas dan Kebas di Lidah
Dulu Dipikul Keliling, Kini Jadi Legenda! Sate Kikil Kong Nata Bertahan Sejak 1967
Ikan Goreng Sering Lembek? Coba Trik Ini agar Garing dan Gurih
Bosan dengan Telur Dadar Biasa? Coba Resep Omelet Jamur Kentang Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Pemilik Warung Ungkap Alasannya

Jumat, 6 November 2026 - 16:36 WIB

Berawal dari Satu Gerobak, Bakso Cuanki di Tambun Kini Punya 8 Karyawan

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Dikira Susu, Ternyata Kue! Dessert Unik Jepang Ini Dijual dalam Karton 1 Kilogram

Kamis, 5 November 2026 - 13:08 WIB

Bukan Kopi Susu Biasa! Coconut Cloud Coffee Tawarkan Sensasi Kopi Campur Air Kelapa

Rabu, 4 November 2026 - 13:18 WIB

Bukan Roti Bakar Biasa! Warung Legendaris Tangerang Ini Masih Setia Pakai Arang

Berita Terbaru