JAKARTA – Perbedaan harga mi goreng dan mi kuah menjadi perbincangan setelah seorang pelanggan di Singapura mengeluhkan biaya tambahan untuk pesanan mi goreng. Keluhan tersebut muncul karena harga mi goreng di sebuah warung kawasan Bedok North ternyata lebih mahal dibandingkan mi kuah.
Biasanya, menu mi goreng dan mi kuah ditawarkan dengan harga yang sama di sejumlah tempat makan. Namun, warung tersebut menerapkan biaya tambahan bagi pelanggan yang memilih mi goreng atau dry noodle.
Dilansir dari The Independent Singapore pada 20 Oktober 2026, pelanggan tersebut mengaku jarang menemukan warung yang mengenakan biaya tambahan untuk menu mi goreng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya jarang melihat menu mi goreng dikenakan biaya tambahan,” ungkap pelanggan tersebut.
Selain biaya tambahan untuk mi goreng, warung itu juga menerapkan tarif berbeda untuk sejumlah pilihan topping.
Biaya Tambahan Topping hingga Rp21 Ribu
Dalam daftar menu yang dipasang, pelanggan dikenakan biaya tambahan sebesar 1 dolar Singapura atau sekitar Rp14.085 untuk topping seperti bakso ikan, bakso daging, pangsit, ayam, dan daging babi cincang.
Sementara itu, tambahan topping udang dikenakan biaya sebesar 1,5 dolar Singapura atau sekitar Rp21.128.
Namun, pelanggan tersebut juga menyoroti penulisan angka desimal pada papan menu yang dinilai kurang jelas. Ia mengaku sempat salah memahami harga tambahan udang karena angka 1,50 terlihat seperti 15.
“Titik desimal yang ditulis tidak jelas, dan tulisan 1.50 untuk tambahan udang terlihat seperti 15,” lanjutnya.
Pemilik Warung Jelaskan Alasan Mi Goreng Lebih Mahal
Menanggapi keluhan tersebut, pemilik warung menjelaskan alasan mi goreng atau dry noodle dikenakan biaya tambahan dibandingkan mi kuah.
Menurut pemilik, proses pembuatan mi goreng membutuhkan lebih banyak saus. Berbeda dengan mi kuah yang biasanya disajikan bersama saus secara terpisah, mi goreng memerlukan tambahan saus dalam proses pengolahannya.
Karena itu, pelanggan yang memesan mi goreng dikenakan biaya tambahan beberapa sen dolar Singapura.
Pemilik warung juga menyebut biaya tambahan yang diterapkan masih tergolong wajar. Ia membandingkannya dengan warung lain yang biasanya mengenakan tambahan hingga 50 sen atau sekitar Rp6.989.
Sementara itu, warung miliknya hanya mengenakan tambahan sebesar 20 sen atau sekitar Rp2.817 untuk pesanan mi goreng.
Pemilik menegaskan bahwa seluruh harga tambahan sudah dicantumkan pada papan menu agar pelanggan dapat mengetahui biaya yang harus dibayarkan sebelum memesan.
Pemilik Akui Kesalahan Penulisan Harga
Selain persoalan biaya tambahan, pemilik warung juga mengakui adanya kesalahan dalam penulisan harga tambahan topping udang.
Ia menyebut kemungkinan kurang memperhatikan penggunaan titik desimal sehingga angka yang tercantum pada papan menu terlihat kurang jelas.
Setelah mengetahui adanya keluhan pelanggan, pemilik langsung memperbaiki penulisan harga tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kebingungan bagi pengunjung lainnya.
Dengan memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan mi dan rincian biaya tambahan, pemilik berharap pelanggan dapat memahami alasan perbedaan harga antara mi goreng dan mi kuah.
Tag: Mi Goreng, Mi Kuah, Harga Mi Goreng, Pelanggan Protes, Warung Mi, Kuliner Singapura, Bedok North, Biaya Tambahan, Topping Makanan, Info Kuliner








Komentar