BATAM โ Dugaan aksi seorang pria merekam wanita di toilet Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), viral di media sosial. Pria berinisial ARA yang diduga melakukan perekaman tersebut sempat diamankan petugas keamanan sebelum dibawa ke Polsek Batu Ampar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 12.55 WIB di toilet perempuan lantai II Bayfront Mall Harbour Bay, Batam.
Video mengenai kejadian itu diunggah oleh akun media sosial berbahasa Melayu Malaysia. Pemilik akun mengaku melihat langsung dugaan aksi perekaman ketika berada di kawasan toilet wanita Harbour Bay.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku sedang menunggu giliran di luar toilet. Saat itu, dia melihat seseorang mengangkat telepon genggam seperti sedang merekam atau mengambil gambar ke arah bilik toilet sebanyak dua kali.
Pemilik akun kemudian melihat sepasang kaki seorang pria berada di dalam toilet wanita. Karena merasa curiga, perempuan tersebut mencari suaminya dan meminta bantuan petugas keamanan.
Bersama petugas keamanan, mereka kemudian mendatangi toilet dan menemukan seorang pria berada di dalam toilet wanita. Pria tersebut disebut berdalih salah masuk toilet.
Petugas keamanan selanjutnya membawa pria tersebut ke ruang keamanan. Pria yang diduga melakukan perekaman juga disebut sempat meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara baik-baik.
Dalam unggahan tersebut, korban yang diduga direkam disebut merupakan seorang staf perempuan yang bekerja di kawasan terminal. Korban juga mengaku pernah mendengar laporan mengenai kejadian serupa pada malam sebelumnya, meski belum diketahui apakah pelakunya merupakan orang yang sama.
Petugas keamanan kemudian menemukan barang bukti berupa video di telepon genggam pria tersebut. Video itu selanjutnya diperlihatkan kepada korban.
Sehari setelah kejadian, pemilik akun kembali menyampaikan informasi bahwa pria tersebut telah dibawa ke kantor polisi. Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diunggah, korban mengaku dimintai keterangan sebagai saksi di Polsek Batu Ampar.
Korban menyebut video yang ditemukan di telepon genggam pria tersebut hanya memperlihatkan dirinya sedang duduk dan tidak mengarah ke bagian tubuh sensitif. Atas alasan tersebut, korban memilih tidak memperpanjang persoalan.
Terpisah, Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Badullah melalui Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar Iptu Eko Kurniawan membenarkan adanya penanganan kasus tersebut.
Eko menjelaskan, pria berinisial ARA masuk ke toilet wanita dan mengarahkan telepon genggamnya dari atas sekat bilik untuk merekam korban berinisial EW yang saat itu berada di dalam toilet.
“Saat itu korban menyadari aksi tersebut dan langsung berteriak. Pelaku ARA berhasil diamankan di lokasi sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Batu Ampar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Eko.
Setelah berada di Polsek Batu Ampar, korban menyatakan tidak bersedia membuat Laporan Polisi (LP) maupun melanjutkan perkara tersebut ke proses hukum.
Eko menjelaskan, sesuai ketentuan hukum, polisi hanya dapat mengamankan terduga pelaku dalam batas waktu tertentu. Karena korban tidak membuat laporan polisi dan tidak melanjutkan proses hukum, penyidik tidak memiliki dasar hukum untuk menahan pria tersebut lebih lanjut.
“Kami memastikan penegakan hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan tetap menghormati hak serta keputusan korban yang memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum,” ujar Eko.
Polisi juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai identitas korban. Eko memastikan korban bukan warga negara Malaysia seperti yang disebutkan dalam sejumlah unggahan, melainkan warga Tiban, Kota Batam.
“Korban bukan warga Malaysia. Tetapi warga Tiban, Batam,” ujarnya.








Komentar