Tangsel Nih Bos! 484 Paket Makanan Puskesmas, Rp2,8 Miliar Mengalir ke 4 Penyedia

- Author

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN — Pengadaan makanan dan minuman rapat, kudapan, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada sejumlah UPTD Puskesmas di Kota Tangerang Selatan tercatat mencapai 484 paket dalam satu tahun anggaran. Total nilai pengadaan yang tercatat sekitar Rp2,83 miliar.

Dari ratusan paket tersebut, empat penyedia perorangan tercatat menerima porsi pengadaan terbesar.

Nurhaeti tercatat memenangkan 199 paket dengan total nilai sekitar Rp1,06 miliar. Rata-rata nilai paket yang diperolehnya sekitar Rp5,3 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian Ninin Hairunisyyah tercatat memperoleh 119 paket dengan total nilai sekitar Rp616,3 juta.

Nama Dwi Haryanto tercatat dalam 103 paket dengan nilai sekitar Rp653 juta. Sementara Muhamad Restu Wijaya memperoleh 63 paket dengan total nilai sekitar Rp504,8 juta.

Jika digabungkan, empat penyedia tersebut tercatat menangani 484 paket dengan nilai sekitar Rp2,83 miliar.

Paket-paket tersebut berkaitan dengan kebutuhan makanan dan minuman rapat, kudapan serta PMT yang dilaksanakan oleh sejumlah UPTD Puskesmas.

Data pengadaan juga menunjukkan nilai masing-masing paket relatif kecil dibandingkan total akumulasi seluruh transaksi. Pada Nurhaeti, misalnya, 199 paket memiliki nilai rata-rata sekitar Rp5,3 juta.

Pola yang sama terlihat pada penyedia lainnya, yakni jumlah paket yang cukup banyak dengan nilai masing-masing transaksi yang relatif kecil.

Dalam ketentuan pengadaan pemerintah, pemaketan pekerjaan perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan tidak digunakan untuk menghindari ketentuan mengenai metode pemilihan penyedia.

Karena itu, pola 484 paket tersebut perlu dilihat bersama dokumen perencanaan dan pelaksanaan pengadaan, termasuk waktu pengadaan, jenis barang, volume, harga satuan serta metode pemilihan penyedia.

Data jumlah paket dan nilai pengadaan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya mark-up, pengadaan fiktif atau pelanggaran hukum.

Baca Juga:  Andra Soni dan Benyamin Temui Keluarga Donal Husni, Bahas Pencarian KM Arupadhatu I

Untuk memastikan prosesnya, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen pemesanan, bukti pembayaran, harga satuan, jumlah makanan yang diterima serta bukti realisasi pada masing-masing Puskesmas.

Keterangan dari Pemkot Tangerang Selatan maupun UPTD Puskesmas terkait juga diperlukan untuk menjelaskan pola pengadaan tersebut, termasuk alasan penggunaan ratusan paket dan mekanisme pemilihan empat penyedia yang tercatat menangani 484 paket tersebut.

Berita Terkait

Ditanya Soal KPK, Kadisdikbud Banten Langsung Cabut: “Nanti Ya”
Dikira Kebakaran, Gedung KPK Dipenuhi Asap! Ternyata Cuma Gara-Gara Ini
Jatanras Polda Metro Jaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan di Benda Tangerang
KPK Telusuri Aliran Uang Pengadaan Iklan Bank BJB, Empat Orang Jadi Tersangka
KPK Belum Pastikan Winda Lorenza yang Tewas di Medan Merupakan Saksi Kasus Bea Cukai
Mahasiswa Geruduk BGN dan Kemenhan, MBG hingga Isu Militerisme Jadi Sorotan
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 17:45 WIB

Tangsel Nih Bos! 484 Paket Makanan Puskesmas, Rp2,8 Miliar Mengalir ke 4 Penyedia

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Ditanya Soal KPK, Kadisdikbud Banten Langsung Cabut: “Nanti Ya”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Dikira Kebakaran, Gedung KPK Dipenuhi Asap! Ternyata Cuma Gara-Gara Ini

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Jatanras Polda Metro Jaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan di Benda Tangerang

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

KPK Telusuri Aliran Uang Pengadaan Iklan Bank BJB, Empat Orang Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Sport

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:13 WIB