KARO – Polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus perampokan yang menewaskan Wakil Rektor IT&B Karo berinisial AS (38). Kedua terduga pelaku ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Sumut dan Satreskrim Polres Karo di tempat persembunyian mereka di Kota Medan.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan penangkapan dua orang tersebut. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan perampokan dan pembunuhan yang menewaskan korban.
“Iya, dua orang ditangkap,” ujar Pedoman saat dikonfirmasi detikSumut melalui sambungan telepon, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pedoman mengatakan, kedua terduga pelaku masih diperiksa oleh penyidik. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap motif dan modus operandi dalam kasus yang menewaskan Wakil Rektor IT&B Karo tersebut.
“Betul (sedang diperiksa),” ucapnya.
Polisi belum mengungkap identitas maupun motif kedua terduga pelaku. Kepolisian menyatakan informasi lebih lengkap mengenai kasus tersebut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai.
“Nanti akan dirilis,” pungkas Pedoman.
Wakil Rektor IT&B Karo Ditemukan Tewas
Sebelumnya, Wakil Rektor Kampus IT&B Karo berinisial AS (38) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Blok C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Korban ditemukan pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Keluarga korban mendatangi rumah setelah pihak sekolah menghubungi kakak korban karena AS tidak merespons panggilan telepon.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha mengatakan kakak korban kemudian mendatangi rumah bersama petugas keamanan. Setelah masuk ke rumah, mereka menemukan korban sudah meninggal dunia di kamar mandi.
“Abang korban ditelepon pihak sekolah, karena menelepon ke nomor handphone korban tidak diangkat. Abang korban mendatangi rumah korban bersama sekuriti. Kemudian mereka masuk. Di kamar mandi, dilihat korban sudah meninggal dunia,” kata Pedoman.
Saat ditemukan, mulut korban mengeluarkan darah. Namun, secara kasatmata tidak ditemukan luka pada bagian luar tubuh korban.
Pihak keluarga kemudian menghubungi polisi. Petugas yang tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani autopsi.
“Kondisi secara kasatmata tidak ada luka luar, tetapi mulutnya mengeluarkan darah. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk autopsi,” ujarnya.
Mobil dan HP Korban Hilang
Selain menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, polisi mendapati sejumlah barang milik AS tidak berada di rumah. Barang tersebut di antaranya mobil Mitsubishi Xforce dan telepon seluler korban.
“Memang saat ditemukan tidak ada mobil dan handphone-nya, tetapi masih kita selidiki apakah korban pembunuhan dan perampokan atau tidak,” ungkap Pedoman.
Saat itu, polisi masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Medan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Tim Reskrim Polres Karo kemudian melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Wakil Rektor IT&B Karo serta keberadaan barang-barang milik korban.
Penangkapan dua terduga pelaku di Kota Medan menjadi perkembangan terbaru dalam kasus tersebut. Keduanya kini diperiksa penyidik untuk mendalami dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap AS.
Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait peran masing-masing terduga pelaku serta motif dalam kasus tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.








Komentar