PADANG PARIAMAN – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara terbuka mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi daerahnya masih menjadi yang terendah di Sumatera Barat. Pengakuan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam kegiatan Asistensi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin (2/11/2026).
Dalam forum tersebut, John Kenedy Azis memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perekonomian dan mengoptimalkan potensi daerah.
Kegiatan tingkat regional itu turut dihadiri Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, para kepala daerah se-Sumatera Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum asistensi tersebut menjadi wadah koordinasi lintas instansi untuk mengevaluasi indikator makroekonomi, membahas peta jalan pembangunan, sekaligus merumuskan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Dalam arahannya, Kementerian Dalam Negeri bersama BPS RI menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan kolaborasi antardaerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu pengendalian inflasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
John Kenedy Azis Akui Ekonomi Padang Pariaman Masih Tertinggal
Dalam kesempatan itu, Bupati John Kenedy Azis mengapresiasi pelaksanaan forum asistensi yang dinilainya menjadi kesempatan penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kondisi ekonomi sekaligus mencari solusi konkret dalam meningkatkan kinerja pembangunan.
Ia tidak menutupi kondisi pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman yang masih berada di posisi terbawah di Sumatera Barat. Meski demikian, pemerintah kabupaten berkomitmen melakukan berbagai upaya perbaikan melalui pengembangan potensi daerah dan penguatan sektor-sektor produktif.
“Terima kasih atas kegiatan hari ini. Memang di Kabupaten Padang Pariaman, pertumbuhan ekonomi kami masih paling bawah di Sumatera Barat. Namun, kami terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini,” ungkap John Kenedy Azis.
Selain membahas persoalan ekonomi daerah, Bupati yang akrab disapa JKA tersebut juga menyampaikan pandangannya mengenai masa depan Indonesia. Hal itu disampaikan ketika Wamendagri Bima Arya menanyakan kondisi Indonesia dalam 20 tahun mendatang.
Menurut John Kenedy Azis, cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dapat diwujudkan apabila tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik, berintegritas, serta terbebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan diskriminasi.
“Insyaallah, kalau pemerintahan ini kita kelola dengan baik, tidak ada korupsi, tidak ada kolusi dan nepotisme, serta tidak ada diskriminasi, Insyaallah pada Tahun Emas 2045 Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan diskriminasi dapat menjadi penghambat kemajuan bangsa. Karena itu, komitmen mewujudkan pemerintahan yang baik harus dimulai dari setiap tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah.
“Untuk itu, di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman, semaksimal mungkin akan kita lakukan hal tersebut demi Indonesia,” tambahnya.
Pernyataan Bupati John Kenedy Azis tersebut mendapat apresiasi dari Wamendagri Bima Arya dan disambut tepuk tangan para peserta forum.
Melalui kegiatan asistensi ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman diharapkan semakin memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya merumuskan strategi yang lebih terarah untuk mengoptimalkan potensi daerah dan memperbaiki kinerja perekonomian.
Pemerintah daerah juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari terbukanya peluang usaha, bertambahnya lapangan pekerjaan, hingga meningkatnya kesejahteraan warga.





Komentar