LEBAK – Penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, berdampak terhadap sekitar 2.000 buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap. Di tengah kondisi tersebut, dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan intimidasi oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) turut menjadi sorotan karena dinilai berpotensi mengganggu iklim investasi di daerah.
Penutupan pabrik berskala besar itu tidak hanya berdampak terhadap para pekerja, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri. Mulai dari pemilik rumah kontrakan, pedagang kecil, hingga penyedia jasa transportasi lokal ikut merasakan dampak berkurangnya aktivitas perusahaan.
Pemerhati Ketenagakerjaan, Dani Satria, menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Menurutnya, keberlangsungan investasi membutuhkan lingkungan usaha yang aman, kepastian hukum, serta terbebas dari praktik pungutan liar dan intimidasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia secara khusus mengingatkan agar organisasi kemasyarakatan tidak menyalahgunakan fungsi kontrol sosial dengan tindakan yang justru menghambat kegiatan usaha dan merugikan para pekerja.
“Ormas boleh mengawasi investasi, boleh menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai menghambat kegiatan usaha. Aspirasi mengenai tenaga kerja lokal maupun limbah semestinya disampaikan lewat dialog resmi, bukan melalui pemalakan, intimidasi, atau tekanan. Jangan sampai kepentingan kelompok tertentu justru mengorbankan ribuan pekerja,” tegasnya, Senin (2/11/2026).
Menurut Dani, keberlanjutan investasi di suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK), pajak, maupun ketersediaan infrastruktur.
Faktor keamanan, kepastian hukum, serta terbebasnya dunia usaha dari praktik pungutan liar juga menjadi pertimbangan penting bagi investor untuk mempertahankan kegiatan operasionalnya.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan intimidasi terhadap pelaku usaha. Pemerintah daerah juga didorong lebih aktif memediasi berbagai persoalan sosial yang muncul di kawasan industri.
“Satu pabrik bukan hanya bangunan dan mesin produksi. Di dalamnya ada ekosistem penghidupan masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun,” tambah Dani.
Pemerintah Diminta Lindungi 2.000 Buruh Korban PHK
Menyikapi dampak penutupan PT PWI 6, Dani mendorong pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan hak-hak para pekerja terdampak tetap terlindungi.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memastikan pemenuhan hak ketenagakerjaan, tetapi juga perlu menyiapkan program pendampingan bagi para buruh yang kehilangan pekerjaan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan ulang atau reskilling agar mantan pekerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Selain itu, pendataan kompetensi para pekerja juga dinilai penting untuk mempermudah penyaluran mereka ke perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja berpengalaman.
Dani menilai kasus penutupan pabrik sepatu di Kabupaten Lebak harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.
Ia menegaskan, menarik investor untuk masuk ke suatu daerah memang membutuhkan promosi. Namun, mempertahankan investasi memerlukan jaminan keamanan, kepastian hukum, serta kedewasaan seluruh elemen masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Mengundang investasi membutuhkan promosi, tetapi mempertahankannya membutuhkan kepastian hukum, keamanan, dan kedewasaan seluruh elemen masyarakat. Ketika investasi pergi, buruh dan keluarganya yang paling merasakan dampaknya,” pungkas Dani.
Penutupan PT PWI 6 menjadi perhatian terhadap keberlangsungan sektor industri dan perlindungan tenaga kerja di Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengawasan, menjaga iklim investasi, serta memastikan para pekerja terdampak mendapatkan hak dan kesempatan untuk kembali bekerja.





Komentar