AMBON — Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang polisi wanita (Polwan) Polda Maluku kembali menjadi perhatian. Seorang anggota Polri berinisial Brigpol RL dilaporkan mendatangi sebuah rumah kos di kawasan Tanah Tinggi, Kota Ambon, bersama sejumlah personel Propam Polda Maluku.
Kedatangan RL disebut berkaitan dengan dugaan hubungan khusus yang melibatkan istrinya, Brigpol IT. Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIT.
Persoalan itu kemudian ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemeriksaan awal, Propam Polda Maluku disebut melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Brigpol IT ditemukan berada seorang diri di dalam kamar kos.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari fakta yang tengah diklarifikasi oleh Propam. Karena proses pemeriksaan masih berjalan, dugaan perselingkuhan yang sebelumnya beredar di masyarakat belum dapat disimpulkan sebagai fakta yang telah terbukti.
Polda Maluku pun mengambil langkah pemeriksaan internal guna mengungkap secara terang peristiwa yang menjadi perhatian tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kronologi sekaligus memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin maupun kode etik anggota Polri.
Kasus ini mencuat setelah informasi mengenai penggerebekan tersebut beredar dan menjadi sorotan publik. Nama Brigpol IT kemudian ikut terseret dalam pemberitaan mengenai dugaan hubungan dengan pihak lain.
Polda Maluku menegaskan bahwa informasi yang berkembang perlu ditempatkan secara proporsional sambil menunggu hasil pemeriksaan Propam. Dengan demikian, seluruh pihak yang disebut dalam perkara tersebut tetap memiliki hak untuk mendapatkan proses pemeriksaan secara objektif.
Hingga proses klarifikasi selesai, dugaan perselingkuhan tersebut masih harus dilihat berdasarkan hasil pemeriksaan resmi dan bukti yang dimiliki Propam Polda Maluku.
Polda Maluku sendiri sebelumnya juga pernah menangani perkara dugaan pelanggaran etik yang berkaitan dengan hubungan antaranggota Polri. Karena itu, proses pemeriksaan internal menjadi penting untuk memastikan apakah perkara terbaru ini benar mengandung pelanggaran kode etik atau hanya persoalan rumah tangga yang berkembang menjadi perhatian publik.








Komentar