1.816 Personel Kepung Kampung Bahari, Polisi Tangkap 27 Orang dan Sita Ekstasi

- Author

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sebanyak 1.816 personel gabungan dikerahkan untuk menggerebek kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut, polisi mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika serta menyita berbagai barang bukti, termasuk ribuan butir ekstasi.

Operasi besar-besaran itu melibatkan personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, Bareskrim Polri, Brimob, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi mengatakan, penyisiran di kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari dimulai sekitar pukul 05.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam operasi tersebut, sejumlah personel bahkan menggunakan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk menjangkau lokasi sasaran. Cara ini dilakukan guna mempermudah akses petugas menuju kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba.

Setibanya di lokasi, petugas langsung menyisir lapak-lapak di sepanjang bantaran rel kereta api hingga kawasan permukiman warga.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai sisi dengan melibatkan sejumlah instansi.

“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo.

Polisi Sita Sabu hingga Ribuan Butir Ekstasi

Dari hasil operasi tersebut, sebanyak 27 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada tahap awal, empat orang ditangkap di lokasi utama, terdiri atas satu orang yang kedapatan membawa pil psikotropika dan tiga orang lainnya yang diduga sebagai pengguna.

Selain mengamankan puluhan orang, petugas juga menyita sejumlah barang bukti narkotika berupa sabu-sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi.

Baca Juga:  Jakarta Mau Didemo? Polisi Sudah Siapkan Langkah Ini

Polisi turut menemukan mesin pencetak ekstasi, alat isap sabu atau bong, senjata tajam, senjata api, dan sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba.

Menurut Bismo, uang tunai tersebut ditemukan bersama barang bukti ganja yang disimpan di salah satu lokasi.

Petugas juga menemukan sejumlah lapak liar di sepanjang bantaran rel kereta api yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi narkotika. Polisi berencana membongkar bangunan-bangunan tersebut agar tidak kembali disalahgunakan.

Tiga Perjalanan KRL Sempat Terlambat

Penggunaan KRL dalam operasi penggerebekan tersebut mendapat penjelasan dari pihak KAI Commuter.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan perjalanan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB dilakukan berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian.

Dia memastikan perjalanan tersebut tidak mengganggu operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

Meski demikian, tiga perjalanan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan sekitar 4 hingga 19 menit. Keterlambatan tersebut disebabkan kerumunan warga di jalur rel saat proses penggerebekan berlangsung.

KAI Commuter pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan tersebut.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menegaskan pemberantasan narkoba di Kampung Bahari tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Menurutnya, diperlukan penataan lingkungan fisik dan sosial agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan sebagai lokasi peredaran narkotika.

Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas penataan kawasan di sepanjang bantaran rel.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata sekaligus mencegah kembali maraknya aktivitas peredaran serta penyalahgunaan narkoba.

Berita Terkait

600 Ton Beras Subsidi Diduga Diselewengkan, Mafia Pangan Terancam Sanksi Berat
Demi Papua Damai, Masyarakat dan Tokoh Adat Dukung TNI-Polri Tangani OPM
Kasus Kekerasan Bocah, Pengedar Narkoba hingga Maling Motor Terungkap
Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Dugaan Perundungan Jadi Sorotan
19 Orang Diciduk Usai Tawuran Maut di Kebon Jeruk, Pelaku Penyiram Air Keras Diburu
Dugaan Penipuan Izin Pabrik Hebel Rp 2,3 Miliar, Nama Bupati Banyumas Terseret
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, 48 Adegan Pra-Rekonstruksi Ungkap Fakta Baru
Viral Geng Motor Bersenjata Tajam di Pantura Indramayu, 9 Remaja Diciduk Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:13 WIB

600 Ton Beras Subsidi Diduga Diselewengkan, Mafia Pangan Terancam Sanksi Berat

Senin, 2 November 2026 - 09:20 WIB

1.816 Personel Kepung Kampung Bahari, Polisi Tangkap 27 Orang dan Sita Ekstasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Demi Papua Damai, Masyarakat dan Tokoh Adat Dukung TNI-Polri Tangani OPM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kasus Kekerasan Bocah, Pengedar Narkoba hingga Maling Motor Terungkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Dugaan Perundungan Jadi Sorotan

Berita Terbaru