Sumur Kuno JombangJOMBANG – Pekerjaan menggali tanah untuk membuat septic tank di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, justru mengungkap peninggalan sejarah yang diperkirakan berusia sekitar 1.000 tahun. Sumur kuno yang diduga berasal dari masa Kerajaan Medang tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pekerja di depan rumah yang sedang dibangun.
Penemuan itu bermula ketika pekerja menggali tanah hingga kedalaman sekitar 1,5 meter. Saat mencangkul, pekerja menemukan benda yang awalnya dikira sebagai pecahan gerabah kuno. Namun, setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, benda tersebut ternyata merupakan jobong, yakni susunan tanah liat yang dibakar dan digunakan sebagai dinding atau tepian sumur pada masa lampau.
Berdasarkan pemeriksaan awal, struktur sumur kuno tersebut terdiri atas empat lapisan jobong yang tersusun dari bagian bawah hingga atas. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak terkait hingga menarik perhatian tim arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim arkeolog mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus menyelamatkan artefak yang ditemukan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Sumur Kuno Diduga Berasal dari Era Mpu Sindok
Arkeolog BPK Jawa Timur, Indra Eka Widyajaya, menjelaskan bahwa benda yang ditemukan merupakan artefak berupa jobong atau struktur dinding sumur kuno. Istilah jobong digunakan untuk menyebut bagian tepian sumur yang dibuat dari tanah liat dan dibakar.
Proses evakuasi peninggalan tersebut tidak berjalan mudah karena kondisinya sudah rapuh akibat usia. Lapisan pertama dan kedua pecah ketika tanah di sekitarnya digali. Sementara itu, lapisan ketiga juga mengalami kerusakan, meski potongan berukuran lebih besar masih berhasil diamankan untuk kepentingan penelitian.
Selain jobong, petugas juga menemukan sejumlah potongan bata merah kuno di dalam sumur. Ukuran bata tersebut memiliki kemiripan dengan bata merah yang digunakan pada Candi Pandegong, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan.
Berdasarkan temuan awal, arkeolog menduga sumur kuno tersebut merupakan bagian dari kompleks hunian elite pada masa Kerajaan Medang, tepatnya pada era pemerintahan Mpu Sindok sekitar abad ke-10 Masehi.
Meski demikian, perkiraan usia dan keterkaitan sumur tersebut dengan Kerajaan Medang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan asal-usulnya.
Untuk kepentingan pelestarian dan kajian arkeologi, petugas mengamankan sebagian potongan jobong sebagai sampel penelitian. Sementara itu, lapisan jobong keempat yang berada di bagian paling bawah tetap dibiarkan di lokasi karena dikhawatirkan hancur apabila dipaksakan untuk dievakuasi.
Penemuan ini menjadi temuan penting bagi pengungkapan sejarah Kabupaten Jombang. Keberadaan sumur kuno tersebut juga menambah potensi peninggalan arkeologi di Jawa Timur yang dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Medang.








Komentar