JAKARTA – Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser rapper dunia Ye memberikan dampak ekonomi hingga Rp625 miliar bagi Ibu Kota. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kerja sama transportasi dengan Bekasi serta meningkatkan penanganan sampah di kawasan Bantargebang.
Sejumlah peristiwa tersebut mewarnai Jakarta pada Senin (26/10/2026). Selain dampak ekonomi dari kegiatan olahraga dan hiburan, perhatian juga tertuju pada rencana pemberian dana kompensasi pengelolaan sampah, pembangunan halte Transjabodetabek, pemanfaatan bekas tempat penampungan sementara (TPS) menjadi posko Jaga Jakarta, serta upaya menekan angka stunting di Jakarta Selatan.
Berikut rangkuman lima berita penting di Jakarta yang dilansir dari ANTARA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. JRF 2026 dan Konser Ye Beri Dampak Ekonomi Rp625 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser rapper dunia Kanye West atau Ye memberikan dampak ekonomi sebesar Rp625 miliar bagi Ibu Kota.
Pramono merinci, Jakarta Running Festival menyumbang dampak ekonomi sekitar Rp175 miliar. Sementara itu, konser bertajuk Ye Live in Jakarta 2026 memberikan kontribusi ekonomi sebesar Rp450 miliar.
Besarnya dampak ekonomi tersebut menunjukkan kontribusi kegiatan olahraga dan hiburan terhadap aktivitas ekonomi di Jakarta.
2. Pemprov DKI Siapkan Rp362 Miliar untuk Kompensasi TPST Bantargebang
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dana kompensasi sekitar Rp362 miliar untuk Pemerintah Kota Bekasi selama lima tahun ke depan.
Dana tersebut merupakan bagian dari kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, dana kompensasi itu akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terdampak aktivitas pengelolaan sampah di Bantargebang.
3. Pramono Siap Bangun Halte Transjabodetabek di Bekasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan kesiapannya membangun halte Transjabodetabek di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota Jakarta pada Senin (26/10/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi antara Jakarta dan wilayah penyangga, termasuk Bekasi.
4. Bekas TPS di Kampung Melayu Dialihkan Menjadi Posko Jaga Jakarta
Pemerintah Kota Jakarta Timur mengalihfungsikan bekas tempat penampungan sementara sampah di kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu menjadi posko Jaga Jakarta.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan rencana tersebut saat meninjau sasana tinju di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (26/10/2026).
Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah itu akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan posko Jaga Jakarta di wilayah setempat.
5. Prevalensi Stunting di Jakarta Selatan Ditargetkan Turun Menjadi 11,2 Persen
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menargetkan prevalensi stunting di wilayahnya turun menjadi 11,2 persen hingga akhir 2030.
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid mengatakan, data pada 2023 dan 2024 menunjukkan tren penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Meski demikian, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah berharap prevalensi stunting di Jakarta Selatan dapat terus ditekan hingga mencapai sasaran pada 2030.








Komentar